Senin, 06 April 2026

Densus 88 AT Polri Ungkap Modus Radikalisasi di Medsos dan Gim Online, Ratusan Siswa SMAN 2 Jakarta Divaksin dari IRET

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 15 Januari 2026 09:12 WIB
Densus 88 AT Polri Ungkap Modus Radikalisasi di Medsos dan Gim Online, Ratusan Siswa SMAN 2 Jakarta Divaksin dari IRET
Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri memberikan edukasi “Vaksin Paham IRET” kepada ratusan siswa SMAN 2 Jakarta, Jakarta Barat, Senin (12/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Vaksin Paham IRET” di SMA Negeri 2 Jakarta, Jalan Gajah Mada No 175, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin.


Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diikuti sebanyak 450 peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI dan XII. Edukasi dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama untuk kelas XII dan sesi kedua untuk kelas XI.


Dalam pemaparannya, dilansir dari laman Humas Polri, tim Pencegahan Densus 88 menekankan pentingnya penguatan dan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan sekolah.


“Proses radikalisasi sering kali tidak disadari karena dimulai dari konten media sosial, gim daring, hingga perundungan. Jika tidak dibekali sejak dini, pelajar sangat rentan terpengaruh,” ujar IPDA Muhammad Audi Aqshal Afandi di hadapan peserta.


Materi yang disampaikan mencakup pemahaman ideologi kebangsaan, tahapan proses radikalisasi, potensi media sosial sebagai sarana penyebaran paham IRET, serta bahaya bullying yang kerap menjadi pintu masuk paparan paham ekstrem di kalangan remaja.


Kegiatan ini juga memberikan strategi kepada siswa untuk mengenali tanda-tanda bahaya konten radikal dan ekstrem, baik melalui platform daring maupun lingkungan pertemanan.


Melalui edukasi “Vaksin Paham IRET” ini, para siswa diharapkan mampu memahami nilai-nilai toleransi, menjaga ideologi kebangsaan, serta memiliki keterampilan melindungi diri dari paparan konten berbahaya di media sosial dan gim online. Selain itu, peserta didorong mengampanyekan nilai toleransi dan perdamaian di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial sebagai upaya preventif dalam menangkal penyebaran paham IRET.


Kegiatan ini menegaskan peran aktif Densus 88 dalam pencegahan radikalisasi sejak usia dini, khususnya di kalangan pelajar, agar generasi muda memiliki ketahanan ideologis dan mampu menghadapi pengaruh negatif dari media digital. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru