Senin, 06 April 2026

Cegah Penyebaran Paham IRET, Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi di SMA Negeri 2 Merauke

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 13 Januari 2026 09:18 WIB
Cegah Penyebaran Paham IRET, Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi di SMA Negeri 2 Merauke
Ribuan siswa SMA Negeri 2 Merauke mengikuti sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang digelar Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri di lingkungan sekolah, Merauke, Papua Selatan, Jumat (9/1/2025). (Dok/Humas

Merauke (buseronline.com) - Tim Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di SMA Negeri 2 Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat.


Kegiatan ini diikuti sekitar 1.089 siswa-siswi sebagai upaya penguatan literasi kebangsaan dan ketahanan generasi muda terhadap paham menyimpang.


Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai bentuk provokasi dan ideologi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, baik yang disebarkan secara langsung maupun melalui media sosial dan media elektronik.


Dilansir dari laman Humas Polri, Anggota Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPTU Firson Hidayat, dalam pemaparannya menegaskan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya paham IRET.


“Kita semua perlu waspada terhadap hal-hal yang ingin memecah belah dan memprovokasi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah potensi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang kini banyak menyasar generasi muda, termasuk melalui media sosial,” ujar IPTU Firson.


Dalam kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Densus 88 juga mengimbau para guru dan siswa agar lebih selektif dalam mengikuti kajian berkedok agama, undangan tertentu, maupun konten yang beredar di media sosial yang berpotensi mendoktrin dan mengarahkan pada paham IRET.


IPTU Firson turut memberikan pemahaman terkait berbagai ideologi ekstrem yang berkembang secara global, salah satunya Neo-Nazi. Ia menjelaskan bahwa Neo-Nazi merupakan paham atau gerakan yang berupaya menghidupkan kembali ideologi Nazi Jerman di era modern.


“IRET adalah jalurnya, sedangkan Neo-Nazi merupakan salah satu muatan ideologi ekstrem yang bisa masuk melalui berbagai media. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki daya kritis dan pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.


Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Mereka juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan bertanya seputar cara mengenali serta mencegah masuknya paham radikal di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.


Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama antara pihak sekolah, siswa, dan Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri untuk terus menjaga semangat nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru