Senin, 06 April 2026

Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia–Yordania Ditingkatkan, Prioritaskan Ilmu Kedokteran dan Dampak Nyata

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 10 Januari 2026 09:24 WIB
Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia–Yordania Ditingkatkan, Prioritaskan Ilmu Kedokteran dan Dampak Nyata
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie bersama Duta Besar Yordania untuk Indonesia Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush (ketiga dari kiri) berfoto bersama usai pertemuan penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan kerja sama internasional yang berorientasi pada dampak nyata bagi pembangunan nasional.


Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah, dengan fokus utama pada pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dengan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, yang berlangsung di Jakarta, Rabu.


Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Yordania yang telah terjalin sejak 1950 dan terus berkembang secara positif.


Kerja sama kedua negara mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial-budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia.


Di bidang pendidikan tinggi, kolaborasi dinilai sebagai pilar strategis untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing global perguruan tinggi Indonesia.


Penguatan kerja sama ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan sains dan teknologi, serta kontribusi langsung perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.


Dalam pertemuan tersebut, dilansir dari laman Diktisaintek, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi harus diwujudkan dalam implementasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.


Untuk tahap awal, kolaborasi difokuskan pada bidang ilmu kedokteran dan kesehatan yang dinilai sangat strategis bagi Indonesia.


Wamendiktisaintek Stella Christie menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama ditentukan oleh implementasi di lapangan.


“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kerja sama tersebut diimplementasikan secara nyata. Untuk tahap awal, mari kita fokus pada kerja sama di bidang ilmu kedokteran karena penguatan ilmu kedokteran menjadi prioritas strategis dan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis, dokter spesialis, serta pengembangan riset kesehatan yang kuat,” ujar Stella.


Ia menambahkan, Yordania memiliki posisi strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang telah diakui secara internasional.


Hal tersebut menjadikan Yordania sebagai mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.


“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk bekerja sama dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah. Banyak mahasiswa internasional datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan ilmu kedokteran,” tambahnya.


Kerja sama yang akan dikembangkan meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta penguatan kapasitas institusi pendidikan kedokteran.


Selain pendidikan dokter, kolaborasi juga membuka peluang pengembangan dan pelatihan tenaga kesehatan lain, termasuk perawat, agar memiliki kompetensi dan daya saing global.


Sebagai tindak lanjut konkret, kedua pihak sepakat membentuk gugus tugas (task force) yang bertugas menyusun peta jalan kerja sama, mengidentifikasi program prioritas, serta memastikan keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Gugus tugas ini juga akan didukung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) guna memperluas jangkauan dan manfaat kerja sama.


Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, menyambut positif penguatan kolaborasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset terapan, serta penguatan keterkaitan antara universitas, layanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.


Penguatan kerja sama Indonesia–Yordania ini sekaligus menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendorong konsep Diktisaintek Berdampak, yakni kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, serta pembangunan nasional secara berkelanjutan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru