Senin, 06 April 2026

Proyek Strategis Indonesia–Jepang di Bidang Energi dan Teknologi Industri Disiapkan Kemdiktisaintek–NEDO

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 10 Januari 2026 09:18 WIB
Proyek Strategis Indonesia–Jepang di Bidang Energi dan Teknologi Industri Disiapkan Kemdiktisaintek–NEDO
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan sambutan saat Indonesia–Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology yang digelar Kemdiktisaintek bekerja sama dengan NEDO Jepang di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kemitraan strategis dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang melalui penyelenggaraan Indonesia–Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology. Kegiatan ini digelar di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta, Selasa.


Lokakarya tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong kolaborasi riset terapan dan hilirisasi teknologi industri antara Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang energi baru terbarukan, teknologi digital, transportasi, lingkungan, serta penguatan daya saing industri nasional.


Dilansir dari laman Diktisaintek, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kolaborasi dengan NEDO merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi bernilai tambah berbasis sains dan teknologi.


“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana pengetahuan dan riset di perguruan tinggi dapat dikonversi menjadi teknologi bernilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi riset yang terhubung langsung dengan industri menjadi kunci untuk mempercepat hilirisasi,” ujar Menteri Brian.


Dalam forum bilateral tersebut, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan bersama NEDO membahas peluang pengembangan proyek riset bersama dengan pendekatan one step to industry.


Pemerintah Indonesia juga merencanakan pengembangan lima hingga tujuh proyek strategis berskala besar yang akan dikerjakan secara kolaboratif oleh perguruan tinggi, industri, dan pemerintah kedua negara.


“Saya berharap diskusi hari ini menghasilkan langkah nyata. Mudah-mudahan pada pertemuan tahun depan kita tidak lagi sekadar berdiskusi, tetapi sudah membangun industri bersama,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan bahwa riset harus dirancang agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita merencanakan riset agar benar-benar mendukung perekonomian nasional. Riset harus menjawab tantangan sosial dan teknologi, serta menemukan titik temu di antara keduanya,” ujar Stella.


Ia menambahkan, penguatan riset nasional perlu difokuskan pada bidang-bidang unggulan yang menjadi kekuatan Indonesia, terutama niche areas yang memiliki potensi daya saing dan nilai tambah tinggi.


Dari pihak Jepang, Executive Director of Technology & Innovation Strategy Center NEDO, Kikuo Kishimoto, menyampaikan bahwa NEDO merupakan lembaga riset dan pengembangan nasional Jepang yang berfokus pada isu energi dan lingkungan global, serta penguatan teknologi industri. Menurutnya, Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi energi masa depan.


“Kami berharap lokakarya ini dapat mempertemukan kebutuhan Indonesia dengan keunggulan teknologi Jepang, sekaligus mempercepat pembentukan kolaborasi riset yang konkret melalui program dan peluang pendanaan NEDO,” ujar Kishimoto.


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menegaskan bahwa kolaborasi Indonesia–Jepang harus bersifat symbiotic exchange, yakni memberikan manfaat strategis bagi kedua negara.


“Indonesia memperoleh akses terhadap deep tech, pendanaan riset dan pengembangan, serta jalur komersialisasi untuk percepatan ekonomi berbasis inovasi. Sementara Jepang mendapatkan akses ke talenta riset muda yang adaptif, living laboratory untuk pengujian dan penskalaan solusi industri, serta penguatan peran di kawasan Global South,” jelas Fauzan.


Ia menambahkan, salah satu skema kerja sama yang tengah dikembangkan adalah model quadruple-helix transnasional atau skema 2+2, yakni kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Jepang yang melibatkan industri di kedua negara.


“Dalam skema ini, perguruan tinggi Indonesia mendapat dukungan riset dan pendanaan dari Kemdiktisaintek serta industri nasional, sedangkan perguruan tinggi Jepang memperoleh dukungan dari NEDO dan industri Jepang,” paparnya.


Lokakarya ini diikuti lebih dari 120 peserta yang berasal dari perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga inovasi. Diskusi mencakup penyelarasan teknologi Jepang dengan kebutuhan Indonesia, praktik kolaborasi internasional, pengembangan waste-to-energy, hilirisasi teknologi, serta peluang pendanaan riset.


Forum tersebut juga memperdalam peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi industri inovatif dengan melibatkan Science Techno Park (STP) Universitas Gadjah Mada (UGM), STP Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Pertamina, dan PT PLN (Persero) guna memperkuat keterhubungan riset dengan kebutuhan industri.


Melalui pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan NEDO menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang berdampak, memperkuat daya saing industri nasional, serta mempererat hubungan Indonesia–Jepang dalam jangka panjang.


Hasil lokakarya diharapkan menjadi pijakan tindak lanjut berupa penguatan jejaring, penyusunan proposal, hingga pembentukan konsorsium kolaboratif untuk hilirisasi inovasi di bidang energi baru dan teknologi industri. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru