Senin, 06 April 2026

Densus 88 AT Polri Edukasi 200 Kepala SMP se-Denpasar untuk Tangkal Radikalisme Digital

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 10 Januari 2026 09:06 WIB
Densus 88 AT Polri Edukasi 200 Kepala SMP se-Denpasar untuk Tangkal Radikalisme Digital
Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar berfoto bersama peserta Workshop Antisipasi Radikalisme dan Fanatisme Kekerasan di lingkungan sekolah, di Aula SMP Negeri 2 Denpasar, Kamis (8/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Denpasar (buseronline.com) - Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar terus diperkuat. Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri menggandeng dunia pendidikan melalui kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik di Kota Denpasar, Bali.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop bertajuk “Antisipasi Pengaruh Paham Radikalisme dan Fanatisme Kekerasan di Lingkungan Sekolah” yang digelar di Aula SMP Negeri 2 Denpasar, Kamis.


Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membentengi siswa dari pengaruh ideologi ekstrem, khususnya yang menyebar melalui ruang digital.


Workshop yang diselenggarakan atas kolaborasi Densus 88 AT Polri dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar ini diikuti sekitar 200 peserta.


Mereka terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Pengawas Sekolah, serta Guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP dari seluruh wilayah Kota Denpasar.


Kepala Disdikpora Kota Denpasar dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik, bebas dari pengaruh ideologi berbahaya yang mengancam persatuan dan masa depan generasi muda.


Ia menekankan pentingnya peran tenaga pendidik sebagai garda terdepan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikalisme di lingkungan sekolah.


“Kami berharap seluruh peserta dapat menyimak dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber, sehingga mampu mengantisipasi sejak dini segala bentuk radikalisme dan fanatisme kekerasan di sekolah masing-masing,” ujarnya.


Sementara itu, dilansir dari laman Humas Polri, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Ipda Hadi Nata Kusuma, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pola penyebaran paham radikal saat ini telah mengalami pergeseran signifikan.


Jika sebelumnya lebih banyak dilakukan melalui interaksi langsung, kini penyebaran tersebut masif terjadi melalui media digital yang dekat dengan keseharian anak-anak dan remaja.


Menurutnya, konten radikal kerap diselipkan melalui media sosial, platform digital, hingga gim daring, sehingga sulit terpantau secara langsung oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.


“Penyebaran paham radikal tidak hanya melalui ceramah atau pergaulan fisik, tetapi juga melalui konten digital dan gim online. Oleh karena itu, kolaborasi guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan,” tegas Ipda Hadi Nata Kusuma.


Melalui kegiatan ini, Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi berkelanjutan dengan Disdikpora Kota Denpasar.


Para pendidik yang mengikuti workshop diharapkan dapat menjadi agen pencegahan dengan meneruskan edukasi dan pesan-pesan kewaspadaan kepada guru lain di sekolah, siswa secara personal maupun klasikal, serta orang tua atau wali murid melalui komunikasi aktif pihak sekolah.


Dengan penguatan literasi kebangsaan dan kewaspadaan terhadap radikalisme digital, kegiatan ini diharapkan mampu membangun imunitas siswa dari pengaruh paham ekstrem.


Langkah tersebut sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan di Bali yang aman, toleran, inklusif, dan kondusif bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru