Senin, 06 April 2026

Wagub Jateng Dorong Digitalisasi AI untuk Menjaga Khasanah Keislaman Nusantara

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 09 Januari 2026 11:08 WIB
Wagub Jateng Dorong Digitalisasi AI untuk Menjaga Khasanah Keislaman Nusantara
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyampaikan gagasan digitalisasi khasanah keislaman berbasis AI pada kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (7/1/2026) malam. (Dok/Humas Jateng)

Kudus (buseronline.com) - Upaya menjaga dan melestarikan khasanah keislaman Nusantara perlu dilakukan dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong dokumentasi serta digitalisasi ajaran para wali dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus yang mengusung tema besar “Menyebarkan Energi Peradaban Aulia”, di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu malam.


Menurut sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, ajaran para wali yang selama ini diwariskan melalui cerita lisan dan tradisi budaya perlu dikemas secara modern agar tetap relevan dan mudah diakses oleh generasi muda.


“Sejarah para wali ini perlu kita modernisasikan, tidak hanya menjadi sebuah cerita. Kalau bisa, gambar-gambar wali dengan dawuh-dawuhnya itu di-AI-kan,” ujar Gus Yasin.


Pemanfaatan teknologi AI, lanjut dia, dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan literasi sejarah Islam Nusantara, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda yang kini lebih akrab dengan media digital.


“Jadi, anak-anak ketika buka short di YouTube, yang muncul adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus. Muncul wajah para wali dengan dawuh-dawuhnya, dengan cerita-ceritanya. Ini akan menarik dan mudah diterima,” katanya.


Gus Yasin menilai, perubahan pola konsumsi informasi di kalangan generasi muda menjadi tantangan tersendiri dalam pelestarian sejarah dan peradaban Islam. Saat ini, minat membaca teks sejarah secara konvensional cenderung menurun, sementara teknologi visual dan digital justru menjadi media utama dalam menerima informasi.


“Anak-anak sekarang tidak terlalu tertarik membaca sejarah panjang. Mereka lebih dekat dengan teknologi. Maka teknologi ini harus kita manfaatkan untuk memperluas khasanah keislaman Nusantara,” jelasnya.


Ia juga menyayangkan banyak kisah dan ajaran para wali yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda, padahal nilai-nilai keteladanan yang terkandung di dalamnya sangat relevan dengan kehidupan saat ini.


“Padahal kisah para wali itu penuh dengan nilai dakwah, toleransi, dan kearifan lokal yang bisa menjadi suri teladan bagi generasi sekarang,” tambahnya.


Pada kesempatan tersebut, dilansir dari laman Humas Jateng, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas ketulusan khidmah mereka dalam merawat laku, tradisi, serta jejak peradaban leluhur Kudus.


Kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus ini menjadi momentum penting dalam menguatkan sinergi antara pelestarian tradisi, nilai keislaman Nusantara, dan pemanfaatan teknologi modern demi menjaga warisan peradaban agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru