Senin, 06 April 2026

Densus 88 AT Polri Hadir di SMAN 4 Sungai Raya lewat Program Lentera Kapuas

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 09 Januari 2026 09:18 WIB
Densus 88 AT Polri Hadir di SMAN 4 Sungai Raya lewat Program Lentera Kapuas
Tim Unit Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri berfoto bersama siswa dan guru usai pelaksanaan program LENTERA KAPUAS di SMAN 4 Sungai Raya, Selasa (6/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Sungai Raya (buseronline.com) - Tim Unit Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan.


Melalui program inovatif bertajuk LENTARA KAPUAS (Literasi, Edukasi, Toleransi Lawan Radikalisme dan Terorisme), Densus 88 AT memberikan pembekalan kepada ratusan pelajar SMAN 4 Sungai Raya, Selasa.


Kegiatan yang berlangsung secara edukatif dan interaktif tersebut diikuti oleh 361 siswa-siswi, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman pelajar terhadap bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang kerap menyasar kelompok usia remaja melalui berbagai modus, termasuk media sosial.


Perwakilan Tim Unit Pencegahan Densus 88 AT Polri, Briptu Muhammad Mursid SH, menyampaikan bahwa pelajar merupakan kelompok strategis yang perlu dibekali kemampuan literasi dan deteksi dini agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.


“Kami ingin siswa memiliki kemampuan deteksi dini terhadap berbagai modus perekrutan kelompok radikal, sekaligus memiliki sikap kritis dalam menyikapi perundungan atau bullying yang kerap menjadi pintu masuk penyebaran paham kekerasan,” ujar Briptu Mursid dalam arahannya.


Ia menegaskan, di era keterbukaan informasi saat ini, arus konten digital yang tidak terfilter dapat dengan mudah memengaruhi pola pikir generasi muda. Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam membentengi pelajar dari narasi provokatif dan manipulatif.


Selain membahas ancaman radikalisme dan terorisme, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya moderasi beragama, toleransi, serta etika dalam kehidupan bermasyarakat. Materi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, inklusif, dan bebas dari kekerasan.


Dalam sesi diskusi, siswa juga dibekali strategi praktis untuk mengidentifikasi konten bermuatan ujaran kebencian, propaganda, maupun ajakan ekstrem di media sosial, sekaligus diajak untuk berani melapor apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.


Pelaksanaan program LENTARA KAPUAS ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan peserta didik. Para siswa dinilai lebih waspada dan terampil dalam menyaring informasi, serta memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan dan perdamaian.


Melalui kegiatan ini, dilansir dari laman Humas Polri, Densus 88 AT Polri berharap para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri dari pengaruh radikalisme, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan yang menebarkan semangat toleransi dan persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru