Senin, 06 April 2026

Kolaborasi Indonesia–Jepang: Kemdiktisaintek dan NEDO Persiapkan Proyek Strategis di Bidang Energi dan Teknologi Industri

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 08 Januari 2026 11:20 WIB
Kolaborasi Indonesia–Jepang: Kemdiktisaintek dan NEDO Persiapkan Proyek Strategis di Bidang Energi dan Teknologi Industri
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan sambutan pada Indonesia–Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology yang diselenggarakan Kemdiktisaintek bersama NEDO Jepang di Graha Diktisaintek, Se

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama strategis dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang melalui penyelenggaraan Indonesia–Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology. Kegiatan tersebut digelar di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta, Selasa.


Lokakarya ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan Indonesia–Jepang yang berorientasi pada riset terapan, hilirisasi, serta pengembangan teknologi industri. Fokus kerja sama diarahkan pada sektor energi baru dan terbarukan, teknologi digital, transportasi, lingkungan, serta peningkatan daya saing industri nasional.


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kolaborasi dengan NEDO merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia dari ketergantungan pada sumber daya alam menuju pengembangan produk bernilai tambah berbasis sains dan teknologi.


“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana pengetahuan dan riset di perguruan tinggi dapat dikonversi menjadi teknologi bernilai tambah dan mampu menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi riset yang terhubung langsung dengan industri menjadi kunci percepatan hilirisasi,” ujar Brian.


Dalam forum bilateral tersebut, dilansir dari laman Diktisaintek, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan bersama NEDO membahas peluang pengembangan proyek riset bersama dengan pendekatan one step to industry.


Pemerintah Indonesia juga merencanakan pengembangan sekitar lima hingga tujuh proyek strategis berskala besar yang akan dikerjakan secara kolaboratif oleh perguruan tinggi, industri, dan pemerintah kedua negara.


“Saya berharap diskusi hari ini menghasilkan langkah nyata. Mudah-mudahan pada pertemuan tahun depan kita tidak lagi hanya berdiskusi, tetapi sudah membangun industri bersama,” tegas Menteri Brian.


Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie yang turut hadir menekankan pentingnya perencanaan riset yang berdampak langsung terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, riset harus mampu menjawab tantangan sosial dan teknologi secara bersamaan.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita merencanakan riset agar benar-benar mendukung perekonomian nasional. Riset harus menemukan titik temu antara tantangan sosial dan teknologi, sehingga pengembangan riset dapat tepat sasaran,” kata Stella.


Ia menambahkan, penguatan riset nasional perlu difokuskan pada bidang unggulan Indonesia, terutama pada niche areas yang memiliki potensi daya saing dan nilai tambah tinggi di tingkat global.


Sementara itu, Executive Director of Technology & Innovation Strategy Center NEDO, Kikuo Kishimoto, menjelaskan bahwa NEDO merupakan lembaga riset dan pengembangan nasional Jepang yang berfokus pada isu energi, lingkungan global, dan penguatan teknologi industri. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan dan industri masa depan.


“Kami berharap lokakarya ini dapat mempertemukan kebutuhan Indonesia dengan keunggulan teknologi Jepang, sekaligus mempercepat pembentukan kolaborasi riset yang konkret melalui program dan peluang pendanaan NEDO,” ujar Kishimoto.


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa kerja sama ini harus memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara atau symbiotic exchange sebagai landasan kemitraan yang berkelanjutan.


“Indonesia memperoleh akses pada deep tech, pendanaan riset, serta jalur komersialisasi untuk mempercepat ekonomi berbasis inovasi. Di sisi lain, Jepang mendapatkan akses terhadap talenta riset muda yang adaptif, living laboratory untuk menguji dan menskalakan solusi industri 5.0, serta penguatan peran strategis di kawasan Global South,” jelas Fauzan.


Ia juga memaparkan bahwa skema kerja sama yang dikembangkan mengusung model quadruple-helix transnasional atau skema 2+2, yakni kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Jepang yang melibatkan industri di kedua negara.


“Perguruan tinggi Indonesia akan mendapat dukungan riset dan pendanaan dari Kemdiktisaintek serta industri nasional, sementara perguruan tinggi Jepang memperoleh dukungan dari NEDO dan industri Jepang,” ujarnya.


Lokakarya ini diikuti lebih dari 120 peserta dari unsur perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga inovasi. Diskusi mencakup penyelarasan teknologi Jepang dengan kebutuhan Indonesia, praktik kolaborasi internasional, pengembangan waste-to-energy, hilirisasi teknologi, serta peluang pendanaan riset.


Forum juga memperdalam peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi industri inovatif dengan melibatkan Science Techno Park (STP) Universitas Gadjah Mada (UGM), STP Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Pertamina, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna memperkuat keterhubungan riset dengan kebutuhan industri.


Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek dan NEDO menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang berdampak, memperkuat daya saing industri nasional, serta mempererat hubungan Indonesia–Jepang dalam jangka panjang. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru