Minggu, 24 Mei 2026

Kemdiktisaintek dan KP2MI Teken Nota Kesepahaman untuk Perkuat Pengembangan SDM Indonesia

Minggu, 28 Desember 2025 09:18 WIB
Kemdiktisaintek dan KP2MI Teken Nota Kesepahaman untuk Perkuat Pengembangan SDM Indonesia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (kiri) dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin (kanan) menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman usai penandatanganan kerja sama penguatan pengembangan Sumber Daya Manusia Indo

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing global, Rabu.


Penandatanganan MoU ini menjadi komitmen bersama kedua kementerian dalam memastikan lulusan pendidikan tinggi dan vokasi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar kerja internasional, sekaligus memperoleh perlindungan yang memadai. Kolaborasi ini dinilai penting dalam menghadapi momentum bonus demografi Indonesia yang ditandai dengan tingginya jumlah penduduk usia produktif.


Dilansir dari laman Diktisaintek, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia merupakan representasi kualitas SDM bangsa di tingkat global. Oleh karena itu, pendidikan tinggi dan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.


“Pekerja migran Indonesia bukan sekadar tenaga kerja, tetapi duta bangsa yang menunjukkan kualitas kompetensi, profesionalisme, dan daya saing SDM Indonesia di panggung internasional. Pendidikan tinggi dan vokasi harus hadir untuk menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan, sertifikasi, serta kemampuan bahasa sesuai kebutuhan negara tujuan,” ujar Menteri Brian.


Ia menjelaskan, kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan KP2MI diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara output pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Saat ini, jumlah penduduk usia produktif Indonesia hampir dua kali lipat dibandingkan penduduk usia anak dan lanjut usia. Tanpa kesiapan SDM yang memadai, bonus demografi berpotensi berubah menjadi tantangan sosial dan ekonomi.


Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menekankan bahwa peningkatan kualitas pekerja migran harus dimulai sejak sebelum penempatan melalui penguatan pendidikan dan pelatihan yang terstruktur.


“Kunci utama pelindungan pekerja migran adalah peningkatan kualitas SDM. Pekerja yang memiliki keterampilan tinggi, sertifikasi, dan kemampuan bahasa yang baik akan lebih terlindungi serta mampu mengisi peluang kerja profesional di luar negeri,” tegas Mukhtarudin.


Melalui Nota Kesepahaman ini, Kemdiktisaintek dan KP2MI memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja. Ruang lingkup kerja sama meliputi penyelarasan kurikulum berbasis industri, penguatan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling, pengembangan kemampuan bahasa asing sesuai negara tujuan penempatan, serta dukungan sertifikasi kompetensi yang diakui secara internasional.


Sinergi lintas kementerian ini diharapkan mampu menghasilkan SDM Indonesia yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga terlindungi dan memiliki posisi tawar yang kuat di pasar kerja global. Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru