Selasa, 07 April 2026

Peluncuran NICEGAS di ITENAS, Kemdiktisaintek Percepat Scaling Up Riset Energi Terbarukan

Kamis, 18 Desember 2025 11:09 WIB
Peluncuran NICEGAS di ITENAS, Kemdiktisaintek Percepat Scaling Up Riset Energi Terbarukan
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek M Fauzan Adziman (tengah) bersama pimpinan ITENAS dan para pemangku kepentingan berfoto usai peluncuran inovasi Bio-CNG NICEGAS dan fasilitas Waste to Energy Miniplant di Kampus ITENAS, Bandung, Min
Bandung (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan dan perluasan (scaling up) riset energi terbarukan agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Dorongan tersebut disampaikan dalam peluncuran inovasi Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) bertajuk NICEGAS serta fasilitas Waste to Energy Miniplant di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Minggu.

Peluncuran inovasi tersebut digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-53 ITENAS yang mengusung tema “Collaboration, Innovation, Impact”. Kegiatan berlangsung di Kampus ITENAS, Bandung, dan dihadiri Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, M Fauzan Adziman, sebagai perwakilan kementerian.

NICEGAS merupakan luaran riset ITENAS yang dikembangkan melalui Program Pendanaan Riset Pembangunan Berkelanjutan (PRPB) skema Inklusivitas yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

ITENAS tercatat sebagai salah satu dari 18 Perguruan Tinggi Swasta terpilih secara nasional, dengan proposal bidang Energi Baru Terbarukan yang masuk lima besar penerima pendanaan.

Rektor ITENAS, Prof Meilinda Nurbanasari, menyampaikan bahwa peringatan Dies Natalis ke-53 menjadi momentum strategis bagi ITENAS untuk menegaskan peran kampus sebagai penghasil inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Hilirisasi riset merupakan bagian penting dari visi ITENAS sebagai kampus berdampak. Melalui NICEGAS, kami mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir sebagai solusi nyata yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Prof Meilinda.

Secara teknis, NICEGAS merupakan Bio-CNG hasil pemurnian biogas yang telah bebas bau dan siap dikemas dalam berbagai ukuran tabung, mulai dari skala kecil untuk rumah tangga hingga skala lebih besar untuk kebutuhan industri. Pengembangan teknologi ini melibatkan kolaborasi lintas program studi, yakni Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Informatika.

Dalam sambutannya, Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, M Fauzan Adziman, menekankan pentingnya riset yang berangkat dari persoalan riil masyarakat dan memiliki nilai strategis tinggi.

“Riset harus dimulai dari masalah nyata yang dihadapi masyarakat. Dengan pendekatan itu, proses hilirisasi dan pemanfaatan hasil riset akan jauh lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Dirjen Fauzan.

Ia menambahkan, tantangan riset ke depan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan inovasi tersebut dapat diperluas dampaknya, direplikasi, dan diadopsi secara luas.

Dirjen Fauzan mengapresiasi langkah ITENAS yang telah menyiapkan perusahaan spin-off PT Rekayasa Industri Itenas (REKINAS) sebagai bagian dari strategi penguatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.

Dukungan terhadap inovasi energi terbarukan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyoroti masih rendahnya pengelolaan limbah kotoran hewan di sejumlah wilayah seperti Pangalengan dan Lembang.

“Inovasi Bio-CNG seperti NICEGAS sangat dibutuhkan masyarakat. Ini sejalan dengan visi Jawa Barat Maju serta arah pembangunan Indonesia Emas 2045,” tegas Herman.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan pilot project Bio-CNG di wilayah Lembang dan Pangalengan melalui dukungan anggaran serta percepatan implementasi di lapangan.

Sebagai tindak lanjut hilirisasi, ITENAS secara resmi melakukan serah terima pengelolaan produk NICEGAS kepada PT REKINAS. Serah terima tersebut diterima langsung oleh Direktur PT REKINAS, Iwan Juwana, sebagai langkah transisi dari pengembangan akademik menuju komersialisasi industri.

Selain itu, ITENAS juga menjalin kolaborasi dengan Bandung Equestrian Sport dan PT Geo Petro Hinalang dalam pengelolaan fasilitas Waste to Energy Miniplant. Kerja sama ini ditujukan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan limbah menjadi energi bersih yang ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-53 ITENAS ditutup dengan peninjauan fasilitas inovasi serta Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Impactful Research & Innovation: Bio-CNG System Turning Biogas Into Clean Energy” yang melibatkan pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak, sekaligus mendorong perguruan tinggi berperan aktif menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan nasional, khususnya di sektor energi bersih dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru