Selasa, 07 April 2026

Pemulihan dan Tanggap Darurat Pendidikan Tinggi di Tiga Provinsi Dikebut Kemdiktisaintek

Rabu, 10 Desember 2025 09:21 WIB
Pemulihan dan Tanggap Darurat Pendidikan Tinggi di Tiga Provinsi Dikebut Kemdiktisaintek
Pimpinan Kemdiktisaintek bersama anggota Komisi X DPR RI melakukan pertemuan kerja membahas percepatan tanggap darurat dan pemulihan pendidikan tinggi di tiga provinsi terdampak bencana, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmen penuh dalam mempercepat penanganan darurat dan pemulihan layanan pendidikan tinggi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir dan longsor.

Langkah cepat ini dilakukan melalui koordinasi intensif sejak masa tanggap darurat hingga akhir Desember, dan dilanjutkan dengan program pemulihan mulai Januari 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengungkapkan bahwa kementerian telah memetakan puluhan perguruan tinggi terdampak dan menggerakkan lebih dari 30 kampus sebagai posko utama penanganan bencana.

Kampus-kampus tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi bantuan, distribusi logistik, serta layanan kesehatan untuk masyarakat dan sivitas akademika.

“Kami memastikan setiap langkah berbasis laporan dan data yang dikirim langsung dari kampus-kampus di daerah bencana, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat kebutuhan,” kata Wamen Fauzan, Senin.

Wamendiktisaintek Stella Christie menambahkan bahwa koordinasi lintas lembaga juga terus diperkuat, terutama dengan TNI AU untuk membuka akses ke wilayah yang terisolasi, serta TNI AD yang menyediakan dukungan logistik darurat seperti tenda dan tempat tidur pasien.

Tenaga medis dari berbagai kampus kesehatan turut diterjunkan untuk memperkuat layanan di titik-titik paling terdampak.

Menurutnya, kebutuhan dasar seperti air bersih, obat-obatan, pangan siap saji, pakaian layak pakai, serta layanan kesehatan menjadi prioritas utama, terutama untuk kelompok rentan.

“Setiap bantuan kami pastikan mengikuti daftar kebutuhan riil yang dilaporkan kampus posko setiap hari,” tegas Wamen Stella.

Selain dukungan tanggap darurat, Kemdiktisaintek juga menyiapkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak langsung. Bantuan ini diprioritaskan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, program afirmasi, serta keluarga mahasiswa yang mengalami kerusakan rumah.

Langkah ini dilakukan agar mahasiswa tidak kehilangan hak pendidikan hanya karena kondisi darurat bencana.

Memasuki Januari 2026, pemerintah akan mulai menjalankan tahap pemulihan. Fokus pemulihan meliputi perbaikan sarana dan prasarana kampus, pendampingan psikososial bagi mahasiswa dan dosen, serta program penguatan mitigasi bencana di lingkungan pendidikan tinggi.

Upaya ini dirancang agar aktivitas akademik dapat kembali berjalan secara bertahap, aman, dan berkelanjutan.

“Tidak boleh ada satu pun mahasiswa yang terhenti pendidikannya karena bencana ini,” tegas Wamen Fauzan.

Kemdiktisaintek memastikan seluruh langkah, mulai dari respons darurat hingga pemulihan jangka menengah, dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga nasional lainnya.

Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat ketahanan pendidikan tinggi di wilayah yang terdampak bencana. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru