Selasa, 07 April 2026

Jalur Pendidikan Tinggi Dimaksimalkan Kemdiktisaintek untuk Cetak Atlet Nasional

Selasa, 09 Desember 2025 09:21 WIB
Jalur Pendidikan Tinggi Dimaksimalkan Kemdiktisaintek untuk Cetak Atlet Nasional
Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, bersama para narasumber dalam Indonesia Sports Summit 2025 yang digelar Kemenpora di Jakarta, Minggu (7/12/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat pembinaan atlet nasional melalui sistem pendidikan tinggi yang terintegrasi.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, mewakili Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam Indonesia Sports Summit 2025 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Minggu.

Dalam paparannya, Fauzan menekankan pentingnya membuka “jalur kedua” pembinaan atlet, selain jalur klub olahraga yang selama ini dominan. Ia menjelaskan bahwa ekosistem kampus memiliki potensi besar karena mahasiswa berada pada rentang usia emas performa atlet, yakni 18–25 tahun, serta didukung fasilitas laboratorium, pelatih, dan layanan akademik yang memadai.

“Kita ingin membuka jalur kedua melalui pendidikan tinggi agar scaling up pengembangan atlet bisa lebih besar. Perguruan tinggi adalah tempat atlet berkembang, membangun karier, dan meraih prestasi,” ujarnya.

Fauzan menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam era olahraga presisi, di mana pembinaan atlet tidak lagi berbasis bakat semata, melainkan pada sains, teknologi, dan data. Ia mengatakan integrasi akademik, riset, dan performa atlet harus berada dalam satu kesatuan sistem.

“Kita bergerak dari paradigma berbasis bakat menuju olahraga berbasis sains dan data. Ini kunci agar kita tidak tertinggal,” tegasnya.

Kemdiktisaintek memberikan dukungan nyata melalui program beasiswa atlet berprestasi. Hingga kini, tercatat 159 atlet mahasiswa mendapat beasiswa penuh mencakup biaya kuliah dan biaya hidup. Selain itu, kebijakan fleksibilitas akademik memungkinkan penjadwalan ulang kuliah maupun ujian, serta pembelajaran daring saat atlet menjalani pertandingan di luar negeri.

“Kita tidak ingin mencetak mahasiswa template. Atlet perlu perlakuan khusus, pendampingan akademik, dan ruang belajar yang memungkinkan,” kata Fauzan.

Riset menjadi pilar penguatan atlet presisi. Kemdiktisaintek membuka pendanaan riset hingga Rp2 M per program per tahun untuk studi biomekanika, fisiologi, nutrisi, psikologi olahraga, hingga analisis data dan penggunaan wearable.

Sejumlah laboratorium perguruan tinggi, seperti di Unesa, UPI, UNJ, dan UNY kini berkembang sebagai Center of Excellence pengembangan performa atlet berbasis teknologi dan ilmiah.

CEO Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, menilai perguruan tinggi berada pada lapisan krusial dalam piramida pembinaan atlet nasional. Ia menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kampus yang memberikan beasiswa atlet basket, dari hanya delapan menjadi lebih dari dua puluh setelah kompetisi berjalan secara konsisten.

“Universitas yang memberikan beasiswa mencetak prestasi lebih baik. Ini menunjukkan ekosistem kampus itu nyata dan potensinya besar,” ujar Junas.

Junas juga menekankan perlunya standarisasi pemberian beasiswa dan pendampingan psikologis karena peran ganda sebagai mahasiswa dan atlet menuntut komitmen besar. Ia mendukung pendekatan Kemdiktisaintek yang mencakup aspek mental, nutrisi, biomekanika, hingga kepelatihan berbasis sains.

Dengan penguatan pembinaan individu, riset olahraga, hingga konsolidasi kompetensi di perguruan tinggi, Kemdiktisaintek menilai pengembangan atlet sebagai agenda strategis nasional. Indonesia Sports Summit 2025 menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencetak atlet unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kemdiktisaintek memastikan pihaknya siap bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem olahraga yang modern, terukur, dan berbasis ilmiah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru