Selasa, 07 April 2026

Hakordia 2025: KPK Edukasi Anak PAUD di Yogyakarta tentang Antikorupsi

Senin, 08 Desember 2025 09:14 WIB
Hakordia 2025: KPK Edukasi Anak PAUD di Yogyakarta tentang Antikorupsi
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo bersama fasilitator berinteraksi dengan anak-anak PAUD dalam kegiatan edukasi antikorupsi “Aku Anak Jujur” di Pendopo Wiyata Praja, Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025). (Dok/KPK)
Yogyakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan pendekatan berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 dengan menyasar anak-anak pendidikan usia dini (PAUD).

Kegiatan bertajuk “Aku Anak Jujur” digelar di Pendopo Wiyata Praja, Kepatihan Yogyakarta (DIY), Sabtu, dan diwarnai suasana hangat serta penuh keceriaan.

Sejak pagi, tawa dan teriakan polos anak-anak dari berbagai Kelompok Bermain (KB) di Yogyakarta menggema di pendopo. Dengan penuh antusias, mereka menyambut kehadiran Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, yang akrab mereka panggil “Eyang”.

Dalam suasana santai, Ibnu Basuki Widodo duduk melingkar bersama anak-anak dan menyampaikan cerita sederhana berjudul “Si Jujur dan Si Curang”. Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak mengenali perbedaan antara perilaku baik dan tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bahasa yang lembut dan mudah dipahami, Ibnu sesekali mengajukan pertanyaan kepada anak-anak untuk melatih kepekaan moral mereka. “Kalau kita menemukan barang di taman, itu punyaku atau harus dikembalikan?” tanyanya. Serentak, anak-anak menjawab lantang, “Dikembalikan, Eyang!”

Interaksi dua arah pun terjalin. Beberapa anak dengan percaya diri mengangkat tangan untuk berbagi pengalaman, mulai dari mengembalikan mainan teman hingga mengaku pernah tidak jujur namun ingin belajar menjadi lebih baik. Suasana tersebut mencerminkan metode edukasi antikorupsi yang menekankan keterlibatan aktif anak-anak melalui cerita dan pengalaman personal.

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan, penanaman nilai antikorupsi harus dimulai sejak usia dini, ketika karakter dan nilai moral anak masih sangat mudah dibentuk.

“Anak-anak belajar dari teladan, keterlibatan, dan cerita mereka sendiri. Usia mereka adalah masa ketika kejujuran tumbuh paling kuat,” ujar Ibnu.

Ia menambahkan, jika sejak kecil anak-anak sudah dibiasakan bersikap jujur, berbagi, dan tidak mengambil hak orang lain, maka nilai-nilai tersebut akan menjadi fondasi kuat dalam mencegah perilaku koruptif di masa depan.

“Kita hanya perlu merawatnya,” katanya sambil tersenyum, disambut riuh tawa anak-anak.

Keceriaan semakin bertambah saat seluruh peserta mengikuti senam antikorupsi bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menggambar dan mewarnai yang semakin menghidupkan semangat belajar sambil bermain.

Kegiatan edukatif ini menandai hari pertama rangkaian peringatan HAKORDIA 2025 di Yogyakarta. Melalui pendekatan interaktif yang ramah anak, KPK menegaskan komitmennya bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari ruang terkecil, yakni lingkungan bermain dan belajar anak-anak.

Dari lingkaran kecil di pendopo tersebut, KPK berharap benih-benih kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dapat tumbuh sejak dini, membentuk generasi masa depan Indonesia yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai antikorupsi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru