Selasa, 07 April 2026

Mendiktisaintek Ajak Alumni ITB Bersinergi Wujudkan Masa Depan Energi Indonesia

Minggu, 07 Desember 2025 09:14 WIB
Mendiktisaintek Ajak Alumni ITB Bersinergi Wujudkan Masa Depan Energi Indonesia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan paparan secara virtual pada Sarasehan Alumni ITB bertema “Swasembada Listrik: Merajut Masa Depan Ketenagalistrikan Indonesia dengan Inovasi dan Kolaborasi”, Sabtu (6/12/2025). (Do
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan transformasi energi nasional.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menyampaikan keynote speech pada Sarasehan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) bertema “Swasembada Listrik: Merajut Masa Depan Ketenagalistrikan Indonesia dengan Inovasi dan Kolaborasi”, Sabtu.

Dalam paparannya, Menteri Brian menekankan perlunya peningkatan kapasitas teknologi ketenagalistrikan Indonesia untuk mendukung pembangunan industri bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, perkembangan teknologi energi membuka peluang besar bagi Indonesia untuk melakukan lompatan kemajuan melalui riset dan inovasi strategis.

“Kita ingin riset di perguruan tinggi benar-benar bisa mengajak industri, atau sebaliknya industri memimpin. Kemdiktisaintek mendukung skema pendanaan riset untuk industri, serta melakukan matchmaking antara kebutuhan industri dengan peneliti sesuai bidangnya,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian menegaskan bahwa transformasi energi tidak dapat bertumpu pada riset yang bersifat akademis semata, tetapi harus berorientasi pada penyelesaian masalah nyata.

Karena itu, Kemdiktisaintek terus mendorong sinergi antara kampus dan industri agar inovasi yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan sektor energi nasional.

Dari sisi industri, Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, menggarisbawahi bahwa pencapaian swasembada listrik membutuhkan ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Perlu kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, riset, dan global. Ini merupakan tantangan yang bisa kita atasi bersama, termasuk oleh alumni ITB,” kata Sigit.

Mendiktisaintek menyambut pernyataan tersebut dan menilai bahwa alumni ITB memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional, terutama pada sektor energi bersih, teknologi listrik, waste-to-energy, serta pengembangan pembangkit cepat bangun.

“Inovasi adalah jembatan. Kita perlu menjadikannya sebagai pilar untuk menjembatani kesenjangan dan mengakselerasi transisi,” tegas Menteri Brian.

Sarasehan tersebut menegaskan urgensi kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan komunitas alumni untuk mengarahkan fokus riset energi pada tujuan strategis nasional.

Hal ini mencakup pengurangan impor energi primer, peningkatan efisiensi pembangkit, penguatan interkoneksi nasional, serta kontribusi terhadap target net zero emission 2060.

Kemdiktisaintek kembali menegaskan komitmennya memperkuat jejaring riset energi dan membuka ruang kolaborasi yang semakin luas bagi perguruan tinggi dan industri. Dengan kolaborasi yang kuat, inovasi diharapkan dapat menjadi fondasi utama bagi masa depan energi Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru