Rabu, 02 September 2026

Akses Pendidikan Tinggi Dibuka untuk Siswa Sekolah Rakyat, Kemdiktisaintek-Kemensos Teken Adendum MoU

Jumat, 05 Desember 2025 09:07 WIB
Akses Pendidikan Tinggi Dibuka untuk Siswa Sekolah Rakyat, Kemdiktisaintek-Kemensos Teken Adendum MoU
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf berjabat tangan usai menandatangani adendum nota kesepahaman di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menandatangani adendum nota kesepahaman untuk memperkuat dukungan pembinaan dan membuka akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat. Penandatanganan dilakukan oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, dan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, di kantor Kemensos, Selasa.

Adendum ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi ribuan siswa Sekolah Rakyat, yang merupakan program Kemensos untuk mempercepat pemerataan pendidikan bagi keluarga rentan.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat komitmen perguruan tinggi sebagai pendamping akademik bagi Sekolah Rakyat. Dengan lebih dari 4.000 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan jutaan mahasiswa, perguruan tinggi dinilai siap berperan sebagai mitra pembinaan.

“Kami akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kampus nantinya hadir secara berkala memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” ujar Menteri Brian.

Pendampingan ini juga mencakup literasi perguruan tinggi, persiapan akademik, hingga bimbingan pemilihan jurusan yang tepat agar siswa dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara optimal.

Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. Ia memaparkan, Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan melibatkan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan 4.000 tenaga kependidikan.

Sementara gedung sekolah permanen sedang disiapkan, pembelajaran saat ini menggunakan fasilitas pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Adendum ini adalah bagian dari hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, agar para siswa—terutama lebih dari 6.000 siswa jenjang SMA—memiliki jalur yang jelas menuju perguruan tinggi,” ujar Saifullah.

Kemensos menyiapkan dua jalur kelanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat tingkat SMA:

1. Melanjutkan ke perguruan tinggi, atau

2. Masuk ke dunia kerja sebagai pekerja terampil.

Berdasarkan pemetaan minat bakat, sekitar 37% siswa SMA Sekolah Rakyat memiliki minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Identifikasi ini dilakukan sejak dini untuk memastikan penyaluran minat dan jenjang pendidikan lebih tepat.

Kemdiktisaintek juga membuka akses afirmasi, termasuk beasiswa KIP Kuliah, akses informasi akademik, serta pembinaan berkelanjutan agar siswa siap bersaing masuk perguruan tinggi terbaik.

“Dengan pendampingan, kita ingin memastikan mereka masuk jurusan yang tepat dan bisa lulus dengan baik,” tegas Menteri Brian.

Melalui adendum MoU ini, Kemdiktisaintek dan Kemensos menegaskan komitmen bersama untuk memperluas kesempatan belajar bagi kelompok yang membutuhkan, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan tinggi dan berperan dalam pembangunan nasional.

Upaya ini menjadi bagian dari usaha memperkuat pemerataan pendidikan berkualitas dan menyiapkan talenta bangsa yang unggul. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Jabar Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2029
Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun
Brimob Sediakan Wi-Fi Gratis bagi Pengungsi Gempa di Manggarai
Wali Kota Medan Minta Aspirasi Reses Segera Direalisasikan
Pemerintah Terbitkan Izin 25 Prodi PPDS Hospital-Based untuk Perkuat Tenaga Dokter Spesialis di Daerah 3T
Osasuna Kalahkan Getafe 1-0, Penalti Ante Budimir Jadi Pembeda
komentar
beritaTerbaru