Selasa, 07 April 2026

Dukungan Kemdiktisaintek untuk Perkuat Sistem Kesehatan Akademik dan Kolaborasi RS Daerah

Selasa, 02 Desember 2025 11:09 WIB
Dukungan Kemdiktisaintek untuk Perkuat Sistem Kesehatan Akademik dan Kolaborasi RS Daerah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan paparan dalam Seminar Nasional HUT ke-25 Arsada di Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmen mempercepat ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis melalui penguatan Sistem Kesehatan Akademik dan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan rumah sakit daerah.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Hari Ulang Tahun ke-25 Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada), Jumat.

Dalam sambutannya, Menteri Brian menyampaikan apresiasi atas kontribusi Arsada selama 25 tahun dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah. Menurutnya, organisasi rumah sakit daerah memiliki peran sentral dalam mendukung prioritas nasional terkait pemenuhan tenaga kesehatan.

“Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kebutuhan percepatan pemenuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, sebagai prioritas nasional,” ujar Menteri Brian.

Sebagai tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Kemdiktisaintek dan Kementerian Kesehatan telah membentuk Komite Bersama yang bertugas menyelaraskan kebijakan pendidikan, pelayanan, dan penelitian kesehatan. Komite ini melibatkan lembaga akreditasi, organisasi profesi, asosiasi institusi pendidikan, rumah sakit jejaring, serta pemerintah daerah.

Indonesia saat ini memiliki 136 fakultas kedokteran yang menghasilkan sekitar 3.600 dokter spesialis per tahun. Namun distribusi masih timpang, dengan mayoritas lulusan
terserap di Pulau Jawa.

“Ini tantangan besar yang harus diselesaikan melalui deregulasi, kebijakan afirmatif, dan kolaborasi pendanaan,” tegasnya.

Dalam pidato kenegaraan 15 Agustus 2025, Presiden menargetkan pembukaan 148 program studi baru, terdiri atas: 125 prodi spesialis, 23 prodi subspesialis.

Program tersebut akan dikembangkan di 57 fakultas kedokteran, dilengkapi pembukaan 25 prodi kedokteran umum dan kedokteran gigi, serta peningkatan beasiswa kedokteran.

Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan kuota mahasiswa residen menjadi hampir 8.000 pada 2026, sehingga jumlah lulusan dokter spesialis diproyeksikan mencapai 6.000 dokter per tahun pada 2030 — meningkat 160% dalam lima tahun.

Menteri Brian menegaskan bahwa perluasan kuota pendidikan spesialis harus dibarengi dengan kesiapan rumah sakit daerah sebagai wahana pendidikan utama maupun jejaring. Sejak 2022, perguruan tinggi diarahkan menerapkan Sistem Kesehatan Akademik yang menghubungkan fakultas kedokteran, rumah sakit pendidikan, rumah sakit jejaring, serta pemerintah daerah dalam satu ekosistem integratif.

“Arsada memiliki peran strategis untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah sebagai rumah sakit pendidikan. Variasi kasus di daerah adalah kunci peningkatan kompetensi residen,” ungkapnya.

Kemdiktisaintek juga mendorong transformasi kurikulum kedokteran agar selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, standar profesi, dan perkembangan global. Upaya tersebut meliputi:

Penjaminan mutu berbasis eviden

Penguatan riset transnasional

Pengembangan teknologi kesehatan

Pencegahan dan penanganan kekerasan dalam pendidikan kedokteran

Kebijakan ini menjadi fondasi menuju ekosistem pendidikan dokter yang lebih relevan, humanis, dan adaptif.

Menutup sambutannya, Menteri Brian menegaskan bahwa seluruh agenda transformasi dalam misi Diktisaintek Berdampak hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat lintas kementerian, perguruan tinggi, pemda, dan rumah sakit daerah.

“Kemdiktisaintek bersama Kemenkes berkomitmen memastikan tenaga medis Indonesia kompeten dan merata hingga ke pelosok negeri melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, dan jejaring layanan,” tegasnya.

Penguatan Sistem Kesehatan Akademik dan kemitraan rumah sakit daerah diharapkan menjadi pilar utama akselerasi pemerataan dokter spesialis demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru