Selasa, 07 April 2026

Ketahanan Kesehatan Indonesia Bertumpu pada Pemerataan SDM dan Hilirisasi Inovasi

Sabtu, 29 November 2025 09:14 WIB
Ketahanan Kesehatan Indonesia Bertumpu pada Pemerataan SDM dan Hilirisasi Inovasi
Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman menyampaikan paparan pada Forum Diskusi Nasional Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran Unpad di Auditorium Gedung Koeswadji, Bandung, Rabu (26/11/2025). (Do
Bandung (buseronline.com) - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, menjadi pembicara utama pada Forum Diskusi Nasional Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) yang digelar di Auditorium Gedung Koeswadji, Bandung, Rabu.

Forum yang mengangkat tema “Peran Pendidikan Tinggi dan Inovasi Riset dalam Ketahanan Kesehatan Nasional” ini mempertemukan pimpinan nasional, akademisi, tenaga medis, dan pelaku industri untuk memperkuat dialog strategis terkait pembangunan ketahanan kesehatan Indonesia.

Dirjen Fauzan menekankan peran pendidikan tinggi dalam memastikan kemandirian dan daya saing Indonesia di bidang kesehatan, melalui inovasi, kewirausahaan teknologi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan tinggi memegang peran fundamental untuk memastikan Indonesia mandiri dan berdaya saing di bidang kesehatan melalui inovasi, kewirausahaan teknologi, dan penguatan kualitas SDM,” ujar Fauzan.

Ia menyoroti tantangan persaingan global, khususnya dominasi produk impor, yang menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi inovatif dan terjangkau. Fauzan mencontohkan keberhasilan produksi jarum suntik dalam negeri hasil alih teknologi dari Jerman, yang kini memenuhi kebutuhan nasional dan menghentikan impor. Menurutnya, ini merupakan bukti kuat kolaborasi riset, pendidikan, dan industri di Indonesia.

Selaras dengan itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman, menekankan bahwa ketahanan kesehatan nasional tidak hanya bertumpu pada teknologi dan inovasi, tetapi juga pada pemerataan SDM kesehatan hingga ke daerah terpencil.

“Kedaulatan bangsa di bidang kesehatan tidak akan terwujud jika kita membiarkan daerah 3T kekurangan dokter dan layanan dasar. Pemerataan tenaga kesehatan, modernisasi layanan, dan kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman harus menjadi prioritas bersama,” tegas Jenderal Dudung.

Menanggapi isu kemandirian dan pemerataan, Dekan FK Unpad, Yudi Mulyana Hidayat, menekankan pentingnya transformasi pendidikan kedokteran yang responsif terhadap kebutuhan nasional.

“Transformasi pendidikan kedokteran harus memastikan distribusi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain secara adil, termasuk ke wilayah 3T. Peran rumah sakit pendidikan, jejaring akademik, dan model Academic Health System semakin krusial,” ujar Dekan Yudi.

Ia menambahkan, FK Unpad mendorong optimalisasi penempatan dokter spesialis di daerah kekurangan, penguatan kurikulum berorientasi pengabdian, serta perluasan kemitraan untuk memperkokoh pusat inovasi kesehatan.

Melalui forum ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem riset kesehatan nasional, mendorong pemerataan SDM kesehatan, serta membangun kemandirian bangsa melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra strategis.

Diskusi nasional ini diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi ketahanan kesehatan Indonesia menuju sistem kesehatan yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru