Minggu, 24 Mei 2026

Perkuat Kerja Sama, Indonesia-Inggris Adakan Diskusi dan Speed Dating di JWG 2025

Kamis, 20 November 2025 09:07 WIB
Perkuat Kerja Sama, Indonesia-Inggris Adakan Diskusi dan Speed Dating di JWG 2025
Perwakilan delegasi Indonesia dan Inggris mengikuti sesi diskusi pada pelaksanaan Joint Working Group (JWG) on Higher Education Indonesia–UK 2025 di Bandung, Senin (17/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Pelaksanaan Joint Working Group (JWG) on Higher Education Indonesia–United Kingdom (UK) 2025 menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi, riset, sains, dan teknologi antara Indonesia dengan Inggris, Senin.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, selaku pimpinan delegasi Indonesia menekankan bahwa forum ini merupakan pilar utama kerja sama strategis yang saling menguntungkan dan mampu memberikan solusi nyata atas tantangan global.

“Presiden Prabowo Subianto memperjuangkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui pengembangan SDM unggul. Forum ini menjadi platform kunci dalam mewujudkan cita-cita tersebut melalui hubungan bilateral,” ujar Wamen Stella.

Forum JWG 2025 terdiri dari tiga sesi diskusi utama: Pendidikan Transnasional, Riset dan Pendidikan Bersama, serta Diseminasi Ahli Transfer Teknologi dan Komersialisasi. Selain itu, terdapat sesi speed dating yang mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dengan universitas Inggris serta perusahaan penyedia jasa pendidikan untuk menjajaki peluang kolaborasi.

Sesi pertama membahas regulasi dan teknis kolaborasi antarinstitusi, termasuk double dan joint degree, kampus cabang perguruan tinggi asing di Indonesia, serta progres pemberian beasiswa dan mobilitas mahasiswa.

Narasumber terdiri dari Kepala Subdirektorat Penjaminan Mutu Belmawa Ditjen Dikti, Kevin Marbun, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Mukhamad Najib, Deputy Director of International Evidence, Trade and Union, Oscar Tapp Scotting, dan Country Director Indonesia & Director South East Asia di British Council, Summer Xia.

Sesi kedua mengangkat topik Riset dan Pendidikan Bersama, dengan pembicara Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Risbang, I Ketut Adnyana, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang, Yos Sunitiyoso. Fokus pembahasan mencakup peningkatan akses beasiswa, kolaborasi riset, dan kesesuaian analisis data riset antara kedua negara.

Sesi terakhir bertema Diseminasi Ahli Transfer Teknologi dan Komersialisasi, menghadirkan Direktur Bina Talenta Saintek, Adi Nuryanto, dan perwakilan Science and Technology Network Kedutaan Besar Inggris, Safira Nadya. Kedua pihak memaparkan fokus riset strategis, mulai dari ekosistem riset daerah hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI).

UK International Education Champion, Sir Steve Smith, menegaskan tujuan forum, yaitu mengeksplorasi potensi hubungan berkualitas tinggi antarperguruan tinggi agar kolaborasi dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Wamen Stella menekankan komitmen Kemdiktisaintek untuk merancang kebijakan pendidikan yang meningkatkan aksesibilitas masyarakat, sekaligus memperluas hubungan bilateral dengan Inggris.

Sesi Speed Dating menjadi agenda penting dalam JWG 2025, mempertemukan sembilan perguruan tinggi Indonesia, termasuk Universitas Pendidikan Ganesha, ITB, Universitas Katolik Parahyangan, dan Politeknik Bandung, dengan lima universitas Inggris, serta dua perusahaan penyedia jasa pendidikan, yaitu ACCA dan Pearson. Tujuannya, menjajaki kerja sama di bidang pendidikan transnasional, riset bersama, dan transfer teknologi.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana, mengapresiasi kehadiran seluruh perwakilan perguruan tinggi dan berharap kegiatan ini memicu kolaborasi riset berdampak bagi masyarakat.

Rangkaian JWG 2025 ditutup dengan visitasi ke Lancaster University Deakin University Indonesia dan Institut Teknologi Bandung Science Techno Park (STP) untuk melihat praktik implementasi University 4.0 berbasis sains dan teknologi.

Forum ini diharapkan menjadi landasan kuat pengembangan kolaborasi pendidikan tinggi, riset, dan inovasi antara Indonesia dan Inggris, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kedua negara. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
Pemprov Sumut Optimistis PAD Pajak MBLB Bisa Tembus Rp5 Miliar per Tahun
RSUD Rembang Mulai 1 Juni 2026 Layani Cath Lab Ditanggung BPJS Kesehatan
komentar
beritaTerbaru