Selasa, 07 April 2026

Kemdiktisaintek Tegaskan PTS Berperan Penting Mewujudkan Generasi Berintegritas

Selasa, 18 November 2025 11:09 WIB
Kemdiktisaintek Tegaskan PTS Berperan Penting Mewujudkan Generasi Berintegritas
Para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dari berbagai wilayah Indonesia berfoto bersama dalam Pelantikan Pengurus APTISI Pusat Periode 2025–2030 dan Rembuk Nasional APTISI, di Jakarta, Senin (17/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai pilar utama pencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, pada Pelantikan Pengurus APTISI Pusat Periode 2025–2030 dan Rembuk Nasional APTISI, Senin.

Di hadapan lebih dari 2.000 pimpinan PTS dari seluruh Indonesia, Menteri Brian mengapresiasi kontribusi strategis APTISI yang dinilainya telah memainkan peran besar dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi nasional.

“Peran APTISI ini sungguh sangat signifikan dan mulia, bagaimana menciptakan sumber daya manusia unggul yang ada di Indonesia,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menekankan bahwa lebih dari separuh mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di PTS, sehingga kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan PTS berpengaruh langsung pada masa depan bangsa.

“Lebih dari separuh mahasiswa Indonesia belajar di PTS. Artinya kualitas kampus yang Bapak-Ibu pimpin menjadi sangat penting,” tegasnya.

Ia menilai tantangan yang dihadapi PTS tidak ringan, terutama dalam meningkatkan mutu dan daya saing. Namun, ia optimistis PTS mampu menjawab tuntutan zaman melalui inovasi, adaptasi, dan tata kelola yang baik.

Salah satu pesan penting Menteri Brian adalah pembangunan karakter dan integritas mahasiswa sebagai fondasi masa depan Indonesia.

“Tolong betul-betul kita jaga dan ciptakan lingkungan kampus yang baik. Itu peluang emas kita untuk mendidik mahasiswa memiliki integritas yang kuat,” kata Menteri Brian.

Ia menegaskan bahwa kiprah pimpinan dan dosen di PTS merupakan amanah negara yang memiliki dampak jangka panjang.

“Kuat atau tidaknya bangsa ini 20–30 tahun ke depan ditentukan oleh kuat atau tidaknya Bapak-Ibu sekalian. Semangat dan keseriusan Bapak-Ibu adalah modal besar bagi majunya bangsa ini,” tambahnya.

Dalam upaya menjawab kebutuhan pembangunan nasional, Menteri Brian mendorong PTS memperluas kerja sama dengan industri, UMKM, dan pemerintah daerah. Ia berharap hasil penelitian mahasiswa dan dosen dapat memberikan solusi langsung bagi masyarakat.

“Pendidikan tinggi tidak bisa berhenti pada penelitian dan inovasi. Kami berharap skripsi mahasiswa menjadi kontribusi nyata bagi penyelesaian masalah di sekitarnya,” ujarnya.

Menteri Brian juga mengajak seluruh PTS memperkuat budaya kolaborasi dan berbagi praktik baik.

“Dengan kebersamaan, upaya kita menjadi lebih ringan. Tidak sendiri-sendiri berjuang, tetapi saling menguatkan,” katanya.

Ketua Umum APTISI, Budi Djatmiko, menyampaikan bahwa Rembuk Nasional APTISI merupakan agenda tiga tahunan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan pendidikan tinggi yang akan disampaikan kepada Presiden dan kementerian terkait.

Semangat kolaboratif semakin menguat dengan kehadiran Ketua Dewan Pembina Masyarakat Indonesia Emas, Hasim Djojohadikusumo, yang turut memberikan dukungan terhadap percepatan transformasi PTS.

APTISI, dengan jaringan luas di seluruh nusantara, disebut memiliki posisi strategis untuk mengawal peningkatan mutu PTS, terutama di tengah percepatan inovasi dan transformasi digital.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah, Kemdiktisaintek terus menyelaraskan kebijakan untuk memastikan program “Diktisaintek Berdampak” berjalan efektif. Program ini mencakup:

Fleksibilitas kebijakan untuk pengembangan SDM akademik,

Dorongan bagi PTS menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat,

Fasilitasi kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah,

Penguatan tata kelola dan transformasi digital pendidikan tinggi.

Dengan sinergi tersebut, Kemdiktisaintek meyakini bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui kontribusi kuat PTS sebagai garda terdepan pencetak SDM berkualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru