Minggu, 24 Mei 2026

Musikaliterasi Gabungkan Musik dan Bacaan, Disarpus Dorong Literasi Kreatif

Selasa, 18 November 2025 09:14 WIB
Musikaliterasi Gabungkan Musik dan Bacaan, Disarpus Dorong Literasi Kreatif
Para pengisi acara Musikaliterasi tampil membawakan lagu bertema literasi dalam kegiatan yang digelar Disarpus Kota Bandung di Aula Balairung, Sabtu (15/11/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung menghadirkan inovasi dalam dunia literasi melalui kegiatan Musikaliterasi: Musik x Literasi Buku, yang digelar di Aula Balairung Disarpus Kota Bandung, Sabtu.

Program ini menggabungkan unsur musik dan buku untuk menciptakan pengalaman membaca yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak maupun masyarakat umum.

Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kaniasari, menjelaskan bahwa Musikaliterasi merupakan upaya memecah persepsi bahwa literasi hanya sebatas membaca dan menulis.

“Literasi hari ini tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca. Ia berkembang menjadi ruang yang kreatif dan bisa dikemas menyenangkan, termasuk melalui musik. Kami ingin menunjukkan bahwa membaca bisa ‘dirasakan’ lewat nada dan irama,” ujar Dewi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi penerima Program Bantuan 1.000 Buku dari Perpustakaan Nasional RI tahun 2024–2025.

Sebanyak 108 perpustakaan di Bandung mendapatkan bantuan, yang terdiri dari 48 perpustakaan kelurahan, 54 taman bacaan masyarakat (TBM), dan 6 perpustakaan rumah ibadah.

“Bantuan bahan bacaan bermutu ini harus dimanfaatkan secara kreatif di lingkungan masing-masing. Musikaliterasi menjadi contoh bahwa buku dapat diolah menjadi bentuk pembelajaran yang lebih hidup,” tambah Dewi.

Dalam Musikaliterasi, buku anak-anak—khususnya yang bertema budi pekerti, lingkungan, dan literasi dasar—diadaptasi menjadi alunan lagu. Cara ini memudahkan anak memahami pesan moral dari buku melalui musik yang ringan dan menyenangkan.

Bunda Literasi Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan, menekankan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkuat budaya literasi masyarakat.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengkritisi, dan mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Aryatri.

Ia menambahkan, kegiatan yang memadukan buku dan musik efektif menumbuhkan kecintaan anak terhadap membaca sekaligus mengasah empati.

“Melalui Musikaliterasi, anak-anak diajak tidak hanya membaca, tapi juga menjiwai isi buku melalui nada dan irama. Dari rangkaian kalimat menjadi alunan musik, lahirlah kreativitas dan empati,” ujarnya.

Aryatri berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah, komunitas literasi, serta masyarakat luas.

Ia juga mengapresiasi dukungan Perpustakaan Nasional RI dalam menyediakan bahan bacaan berkualitas untuk ratusan perpustakaan di Kota Bandung, sebagai penguatan ekosistem literasi hingga tingkat akar rumput.

“Dengan akses bahan bacaan yang lebih luas, kita berharap budaya membaca semakin tumbuh dan mengakar di Kota Bandung,” pungkas Aryatri. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
Pemprov Sumut Optimistis PAD Pajak MBLB Bisa Tembus Rp5 Miliar per Tahun
RSUD Rembang Mulai 1 Juni 2026 Layani Cath Lab Ditanggung BPJS Kesehatan
Sertifikasi Bahasa Asing Didorong Jadi “Paspor Global” Lulusan SMK, Pemerintah Perluas Target Ribuan Murid
komentar
beritaTerbaru