Minggu, 25 Oktober 2026

Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Diperkuat, Kemdiktisaintek Tegaskan Dukungan Penuh

Senin, 17 November 2025 09:21 WIB
Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Diperkuat, Kemdiktisaintek Tegaskan Dukungan Penuh
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memimpin Rapat Tingkat Menteri Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Jakarta, Jumat (14/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sebagai strategi kunci peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di tengah bonus demografi. Fokus ini menjadi perhatian utama dalam Rapat Tingkat Menteri Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang digelar di Jakarta, Jumat.

Acara ini dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, perwakilan kementerian lain, dan pemangku kepentingan industri.

Data nasional menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara suplai lulusan dan permintaan tenaga terampil. Berdasarkan pemetaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), terdapat hampir 300.000 lowongan di sektor prioritas seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, hingga teknisi industri yang belum terpenuhi akibat keterampilan dan sertifikasi lulusan belum sesuai standar internasional. Di dalam negeri, kebutuhan tenaga kerja terampil terus meningkat seiring ekspansi industri ke wilayah baru.

Menteri Brian menekankan peran strategis politeknik dan perguruan tinggi vokasi sebagai pusat pembentukan kompetensi teknis berbasis kebutuhan industri.

“Perguruan tinggi vokasi didorong untuk terlibat langsung di industri sekitarnya, meningkatkan kemungkinan penyerapan tenaga kerja dari lulusan kampus terkait,” ujar Menteri Brian.

Dalam rapat tersebut, Kemdiktisaintek juga membahas potensi pilot program mobilitas mahasiswa tingkat akhir bersama Australia. Program ini mencakup penguatan kemampuan bahasa asing, budaya kerja internasional, dan sertifikasi keahlian. Tiga jalur awal yang diarahkan adalah tenaga pengajar Bahasa Indonesia, caregiver, dan tenaga konstruksi, menyesuaikan kebutuhan pasar kerja yang berkembang.

Menko PMK Pratikno menekankan bahwa periode 2025–2030 merupakan masa kritis bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi.

“Lima tahun ke depan menentukan apakah bonus demografi benar-benar membawa manfaat. Kuncinya ada pada seberapa cepat kita memperbaiki mismatch antara lulusan vokasi dan kebutuhan industri,” tegas Pratikno.

Revitalisasi pendidikan vokasi juga mendapat dukungan dari kementerian teknis lain, termasuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang siap menyelaraskan standar pelatihan dengan kebutuhan sektor strategis.

Pemerintah mencatat terdapat lebih dari 37 ribu lembaga vokasi nasional yang perlu diselaraskan kualitasnya agar memenuhi standar domestik maupun global.

Melalui langkah-langkah ini, Kemdiktisaintek menempatkan pendidikan tinggi vokasi sebagai penggerak utama peningkatan daya saing nasional. Hasil rapat koordinasi akan ditindaklanjuti melalui penyelarasan kebijakan lintas kementerian, penyempurnaan kurikulum, dan penguatan platform data nasional agar ekosistem vokasi dapat berkembang lebih cepat, adaptif, dan berdampak langsung pada kualitas tenaga kerja Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Borussia Mönchengladbach Taklukkan Stuttgart 3-2, Wael Mohya Jadi Penentu Kemenangan
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Tembus Rp110 Triliun
Nottingham Forest Curi Satu Poin di Kandang Ipswich Town
Nice Comeback Dramatis, Kalahkan Brest 2-1 di Ligue 1
Aitor Mañas Selamatkan Alavés dari Kekalahan, Málaga Gagal Bawa Pulang Kemenangan
Prof Muryanto Amin Pimpin ICMI Sumut Periode 2026-2031, Arif Satria Tekankan Kontribusi Cendekiawan
komentar
beritaTerbaru