Selasa, 07 April 2026

Perempuan Didorong Wamendiktisaintek untuk Berkiprah di Bidang STEM

Kamis, 13 November 2025 09:14 WIB
Perempuan Didorong Wamendiktisaintek untuk Berkiprah di Bidang STEM
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan paparan bertajuk “Women, Science, and AI” dalam acara L’Oréal–UNESCO For Women in Science di Graha Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Dok/D
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyoroti masih lebarnya kesenjangan gender dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta menegaskan pentingnya penghapusan bias di lingkungan akademik dan profesional.

Hal tersebut disampaikan Wamen Stella dalam acara L’Oréal-UNESCO For Women in Science, yang berlangsung di Graha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa.

Dalam paparannya, Wamen Stella mengungkapkan bahwa perbandingan lulusan STEM antara laki-laki dan perempuan di Indonesia masih terpaut 16,91 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan masih tertinggal dalam partisipasi pendidikan dan karier di bidang sains dan teknologi.

Sebagai perbandingan, Uni Emirat Arab tercatat memiliki tingkat partisipasi perempuan tertinggi dengan selisih 32,14 persen, sedangkan Turki berada di posisi terendah dengan hanya 0,95 persen.

“Bukan karena kemampuan ilmiah perempuan lebih rendah dari laki-laki. Masalahnya adalah bias dan stereotip dalam masyarakat,” tegas Wamen Stella.

Lebih lanjut, Wamen Stella menjelaskan hasil penelitian yang menunjukkan adanya persepsi berbeda terhadap Curriculum Vitae (CV) meskipun memiliki isi yang sama.

Menurutnya, CV dengan nama laki-laki cenderung dianggap lebih berpengalaman dan produktif dibandingkan CV dengan nama perempuan.

“Ini membuktikan adanya bias yang nyata. Oleh karena itu, kami mendorong agar foto tidak dicantumkan dalam CV saat melamar pekerjaan, agar penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, bukan berdasarkan penampilan atau stereotip,” ujarnya.

Selain dalam proses rekrutmen, bias juga muncul dalam mentoring akademik, pemberian gaji awal, hingga peluang karier di dunia profesional.

Wamen Stella juga menyoroti bahwa bias gender tidak hilang meski dunia telah memasuki era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, algoritma AI sering kali dilatih dengan data yang sudah mencerminkan ketimpangan gender di masyarakat.

“AI bukan solusi otomatis untuk bias gender. Jika data yang digunakan sudah bias, maka AI justru dapat memperkuat bias tersebut,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk mengatasi ketimpangan, bukan memperburuknya, dengan memastikan keberagaman data dan inklusivitas dalam proses pengembangan sistem kecerdasan buatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Stella menyampaikan bahwa memperkuat partisipasi perempuan dalam STEM bukan hanya isu kesetaraan, tetapi juga efisiensi ekonomi nasional.

“Tidak memaksimalkan potensi seluruh warga negara berarti kita sedang membuang-buang talenta. Ini bukan sekadar keadilan sosial, tapi juga tentang daya saing bangsa,” ujar Wamen Stella.

Ia menambahkan, kesadaran akan stereotip gender dan hambatan sosial perlu terus ditingkatkan, disertai dengan pemahaman berbasis data mengenai partisipasi perempuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan afirmatif dan kolaboratif yang memastikan kesetaraan gender di seluruh lini pendidikan dan penelitian.

Kemdiktisaintek juga akan memperkuat kerja sama internasional dengan berbagai lembaga dan universitas dunia untuk memperkecil kesenjangan gender, terutama dalam program penelitian, inovasi, dan pengembangan karier perempuan di bidang STEM.

“Kami ingin memastikan bahwa perempuan Indonesia punya ruang yang sama untuk belajar, berkarya, dan memimpin dalam dunia sains dan teknologi,” tutup Wamen Stella. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru