Jakarta (buseronline.com) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo SH MHum MSi MM menerima Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprah Komjen Dedi dalam memperkuat tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis.
Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 alumni FH Unbraw, jajaran pimpinan fakultas, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas.
Komjen Dedi Prasetyo, yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, dinilai sebagai sosok pemimpin publik yang konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan integritas.
Melalui perannya di institusi kepolisian, Komjen Dedi dikenal mendorong transformasi Polri menuju organisasi yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik yang profesional. Ia juga aktif mengarusutamakan pendekatan humanis dan transparan dalam setiap kebijakan publik kepolisian.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh anggota Polri yang bekerja dengan dedikasi dan integritas tinggi dalam melayani masyarakat. Kepemimpinan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan ilmu, moral, dan kejujuran,” ujar Komjen Dedi dalam sambutannya.
Selain penghargaan kepada Komjen Dedi, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya juga memberikan Penghargaan Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga merupakan alumnus FH Unbraw angkatan 1985.
Dekan FH Unbraw, Aan Eko Widiarto, menyampaikan bahwa penghargaan kepada kedua tokoh tersebut menggambarkan dua jalan pengabdian yang berbeda namun berakar pada nilai yang sama yakni penguatan hukum, keadilan, dan kemanusiaan.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya. Keduanya adalah cerminan idealisme dan tanggung jawab sosial alumni FH Unbraw,” ujar Aan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang reuni, tetapi juga sarana memperkuat kontribusi nyata para alumni terhadap pembangunan nasional.
“Reputasi perguruan tinggi diukur dari sejauh mana alumninya mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Dan malam ini kita saksikan, banyak alumni FH Unbraw yang menorehkan prestasi luar biasa di bidang masing-masing,” katanya.
Selain penghargaan kepada Komjen Dedi dan almarhum Munir, acara “Sapa Alumni” juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh lain dalam kategori Profesional, Pengembangan Ilmu Hukum, dan Pengabdian Masyarakat.
Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berperan penting dalam bidang hukum, pemerintahan, dan masyarakat sipil. Saat ini FH Unbraw memiliki sebelas program studi, dengan lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.
Pemberian Penghargaan Kepemimpinan Publik kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi simbol pengakuan atas kiprahnya dalam memperkuat reformasi Polri, serta menegaskan komitmen institusi kepolisian untuk terus berbenah dalam melayani publik dengan integritas, empati, dan profesionalisme.
“Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus membawa Polri lebih dekat dengan rakyat,” tutup Komjen Dedi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar