Minggu, 12 April 2026

Perguruan Tinggi Jadi Pilar Penting dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional

Minggu, 09 November 2025 09:21 WIB
Perguruan Tinggi Jadi Pilar Penting dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional
Wamendiktisaintek Fauzan menyampaikan sambutan pada kegiatan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah 2025 bertema “Panggung Inovasi: Teknologi Tepat Guna dan Sinergi Multipihak untuk Masa Depan Berkelanjutan” di Semarang, Kamis (6/11/2025). (Dok/Diktisa
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian berbasis riset dan inovasi sebagai bagian dari agenda nasional mewujudkan kemandirian pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui penerapan teknologi tepat guna, sektor pertanian diharapkan tidak hanya menjadi penopang ekonomi nasional, tetapi juga menjadi sumber lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah tahun 2023 menunjukkan bahwa 42,01 persen petani di provinsi tersebut berusia di atas 43 tahun, sementara petani milenial hanya 18,78 persen, dan petani generasi Z baru mencapai 0,96 persen. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian masih di bawah 20 persen dari total pelaku usaha tani.

Jumlah usaha pertanian di Jawa Tengah juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2023, tercatat 4.366.317 unit usaha pertanian, turun 13,21 persen dibandingkan 2013 yang mencapai 5.031.033 unit.

Kondisi ini menggambarkan tantangan serius dalam regenerasi petani, adopsi teknologi, serta transformasi sistem produksi agar lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Menanggapi tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk hadir memberikan solusi nyata melalui riset dan inovasi.

Salah satu inisiatif tersebut diwujudkan oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Jawa Tengah dengan menggelar Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah 2025, bertema “Panggung Inovasi: Teknologi Tepat Guna dan Sinergi Multipihak untuk Masa Depan Berkelanjutan.”

Kegiatan yang digelar di Semarang, Kamis, dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan. Dalam sambutannya, Fauzan memberikan apresiasi terhadap komitmen perguruan tinggi vokasi di Jawa Tengah yang berhasil menghadirkan riset yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kawan-kawan di Jawa Tengah telah membangun pola pikir baru, di mana perguruan tinggi benar-benar berperan nyata di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi konsorsium vokasi di Jawa Tengah ini,” ujar Wamen Fauzan.

Ketua Konsorsium PTV Jawa Tengah, Kurnianingsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mempercepat pemanfaatan hasil riset di bidang pertanian, peternakan, dan energi terbarukan.

“Perguruan tinggi vokasi memiliki peran penting dalam memastikan inovasi teknologi tepat guna bisa langsung digunakan masyarakat. Kami tidak hanya berhenti di riset, tetapi juga mendampingi desa agar hasil inovasi itu bisa diterapkan dan dikembangkan secara mandiri,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PTV Jawa Tengah juga mengembangkan program penguatan ekosistem kemitraan berbasis potensi daerah, dengan luaran berupa produk hilirisasi riset yang telah diimplementasikan di berbagai industri dan UMKM.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya hilirisasi riset dan matching fund antara perguruan tinggi dan industri agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi hadir dalam bentuk solusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menempatkan inovasi dan kedaulatan pangan sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang kemampuan memproduksi, tetapi tentang kemampuan berinovasi. Kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat adalah kunci menuju kedaulatan pangan nasional,” tegas Wamen Fauzan.

Kemdiktisaintek mengajak seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat riset berbasis kebutuhan lokal serta memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan kolaborasi dan penerapan teknologi tepat guna, desa diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga sumber inovasi untuk pembangunan berkelanjutan.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru