Minggu, 12 April 2026

Dorong Kemandirian Teknologi, Mendiktisaintek Galang Sinergi Nasional di Bidang Logam Tanah Jarang

Rabu, 05 November 2025 06:19 WIB
Dorong Kemandirian Teknologi, Mendiktisaintek Galang Sinergi Nasional di Bidang Logam Tanah Jarang
Mendiktisaintek sekaligus Ketua Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto menyampaikan paparan dalam Seminar Nasional Logam Tanah Jarang di Auditorium Badan Geologi, Bandung, Sabtu (1/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Ketua Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya penguasaan Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai fondasi kemandirian teknologi Indonesia.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Logam Tanah Jarang yang digelar Ikatan Alumni Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (IAGL ITB) di Bandung, Sabtu.

Seminar bertema “Logam Tanah Jarang: Pilar Strategis Indonesia dalam Transisi Energi dan Kemandirian Teknologi” tersebut mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, dan industri guna memperkuat ekosistem riset serta inovasi nasional pada sumber daya mineral strategis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, para akademisi, praktisi industri, serta ratusan mahasiswa dan profesional geosains.

Dalam pemaparannya, Menteri Brian menekankan bahwa penguasaan LTJ bukan sekadar persoalan sumber daya alam, tetapi tentang kemampuan bangsa membangun teknologi pengolahan yang mandiri.

“Keberhasilan kita tidak hanya ditentukan oleh kekayaan mineral yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan menguasai teknologi dan membangun industri berbasis riset. Rare earth adalah kunci. Kita harus punya strategi yang jelas,” ujarnya.

Ia mencontohkan negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok yang mampu mengambil lompatan besar karena fokus pada riset dan pengembangan teknologi, bukan sekadar mengekspor mineral mentah.

“Sejarah tidak boleh terulang. Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah lalu mengimpor kembali dalam bentuk produk bernilai tambah tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyatakan bahwa kampusnya berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung pengembangan teknologi dan industri LTJ nasional.

“Pengelolaan sumber daya alam harus berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. ITB siap menjadi pusat riset dari hulu hingga hilir bersama pemerintah dan dunia industri,” ujarnya.

Ketua IAGL ITB, Abdul Bari, menyebut logam tanah jarang sebagai “emas hijau abad ini” yang berperan penting bagi ketahanan energi, teknologi kendaraan listrik, pertahanan, hingga industri digital. Menurutnya, para geolog dan akademisi harus turut memastikan hilirisasi mineral berjalan nyata.

“Peran kita tidak berhenti pada eksplorasi. Kita harus terlibat pada pengolahan, industri, dan keberlanjutan agar manfaat ekonomi kembali ke bangsa,” kata Abdul Bari.

Pada kesempatan itu, IAGL ITB juga menyerahkan donasi pembangunan Laboratorium Geologi Tata Lingkungan di ITB untuk mendukung penelitian berkelanjutan.

Kementerian Diktisaintek melalui BIM disebut aktif mempertemukan kekuatan akademisi, industri, dan pemerintah dalam mempercepat penguasaan teknologi dan pengembangan rantai nilai berbasis mineral strategis nasional.

Sinergi tersebut dinilai menjadi langkah penting memastikan sains dan inovasi memberikan manfaat nyata bagi kemandirian bangsa, keberlanjutan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Sinergi ini adalah pondasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi negara produsen teknologi strategis,” tegas Menteri Brian.

Acara ditutup dengan komitmen bersama memperkuat riset, hilirisasi, dan penguasaan teknologi logam tanah jarang sebagai bagian dari agenda kedaulatan teknologi nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru