Minggu, 12 April 2026

Kemdiktisaintek Perkuat Kapasitas Perguruan Tinggi untuk Hasilkan Riset dan Inovasi Berdampak

Senin, 03 November 2025 09:21 WIB
Kemdiktisaintek Perkuat Kapasitas Perguruan Tinggi untuk Hasilkan Riset dan Inovasi Berdampak
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Dr Brian Yuliarto memberikan paparan dalam kegiatan “Penguatan Kampus Berdampak” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Malang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan kapasitas perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan ekosistem riset, teknologi, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi nasional, pusat lahirnya inovasi, serta penopang kemandirian bangsa.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menghadiri kegiatan Penguatan Kampus Berdampak di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat.

Dalam sambutannya, Menteri Brian menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing melalui riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kampus di era sekarang harus mampu berdampak. Dari seratus pusat ekonomi dunia, empat puluh di antaranya lahir dari kampus. Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat lahirnya inovasi dan pertumbuhan ekonomi bangsa,” ujar Brian.

Ia menekankan bahwa riset dan inovasi tidak boleh berhenti pada tataran publikasi akademik atau laboratorium, melainkan harus diterjemahkan menjadi solusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Menteri Brian menyampaikan bahwa kekuatan sejati bangsa tidak hanya terletak pada kelimpahan sumber daya alam, tetapi juga pada integritas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan merupakan fondasi bagi sistem riset dan inovasi yang sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, Mendiktisaintek juga menyoroti pentingnya kolaborasi konkret dan berkesinambungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Ia menyebut sinergi tersebut sebagai kunci agar hasil riset tidak berhenti di meja kajian, tetapi dapat diimplementasikan serta memberikan manfaat nyata.

“Melalui kolaborasi yang terarah, riset diharapkan mampu melewati fase valley of death, fase kritis di mana inovasi sering kali terhenti sebelum mencapai tahap penerapan dan komersialisasi,” ujar Brian.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus berfokus pada pengembangan riset dasar sebagai fondasi ilmu pengetahuan, sedangkan dunia industri diharapkan berperan aktif mendukung riset terapan yang berorientasi pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Mendiktisaintek juga mendorong terbentuknya jejaring riset lintas kampus Muhammadiyah untuk memperkuat kolaborasi keilmuan dan meningkatkan daya saing sains serta teknologi nasional.

Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmen kampusnya untuk memperkuat riset unggulan serta memperluas kerja sama strategis dengan pemerintah dan dunia industri.

“Peneliti yang hadir di sini saya harapkan menghasilkan riset yang langka, punya keunikan, sehingga bisa dihilirkan dan digunakan masyarakat untuk membentuk peradaban yang lebih sejahtera,” ujar Nazaruddin.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa kebijakan Diktisaintek Berdampak dirancang untuk memastikan perguruan tinggi berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi berbasis riset, serta kemandirian teknologi nasional.

Melalui pendekatan “riset untuk kehidupan, inovasi untuk kemandirian, dan kolaborasi untuk keberlanjutan,” pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem riset yang unggul secara akademik, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan di Universitas Muhammadiyah Malang ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan jajaran pejabat Kemdiktisaintek. Pertemuan ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan serta penggerak inovasi nasional.

Dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek meneguhkan tekad menjadikan pendidikan tinggi Indonesia sebagai kekuatan saintek dunia yang berpijak pada nilai, berdampak bagi masyarakat, dan menumbuhkan kemandirian bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru