Minggu, 12 April 2026

Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Peran Guru Agama sebagai Teladan dan Pendengar Baik

Jumat, 31 Oktober 2025 09:28 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Peran Guru Agama sebagai Teladan dan Pendengar Baik
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung mengikuti apel peringatan Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Bandung, Selasa (28/10/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bandung menegaskan komitmennya memperkuat peran guru agama dalam membangun karakter bangsa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Guru Keagamaan se-Kota Bandung yang digelar di Urbanview Hotel Newton Bandung, Selasa.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan, pendidikan agama memiliki posisi strategis sebagai benteng moral serta fondasi pembentukan karakter generasi muda.

“Pendidikan agama merupakan benteng moral, dan guru agama adalah ujung tombak bagi peserta didik. Ini merupakan investasi besar untuk membangun generasi yang beradab,” ujar Erwin.

Sebanyak 60 pengajar dari berbagai lembaga pendidikan di Kota Bandung mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas para guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sekaligus meneguhkan peran strategis mereka dalam membentuk karakter peserta didik.

Erwin menegaskan, Pemkot Bandung terus mendorong peningkatan kualitas guru keagamaan agar mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan dan inspirator bagi siswa serta masyarakat.

“Kita ingin guru agama di Kota Bandung bukan hanya cakap mengajar, tetapi juga menjadi pembimbing jiwa bagi anak-anak, khususnya di era digital yang penuh tantangan,” katanya.

Menurut Erwin, guru agama memiliki peran sentral dalam menjaga moralitas dan budi pekerti peserta didik di tengah derasnya arus informasi dan konten digital yang dapat menyesatkan.

“Anak zaman sekarang harus banyak didengarkan. Dari mendengarkan akan muncul kepercayaan dan keterbukaan. Di situlah peran guru agama menjadi pembimbing dengan spirit akhlakul karimah dan semangat ibadah yang tinggi,” tutur Erwin.

Ia menambahkan, pendekatan personal dan empatik dari seorang guru agama menjadi kunci membangun hubungan yang kuat antara pendidik dan peserta didik. Hal ini diyakini dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan berkarakter.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga mengungkapkan rencana Pemkot Bandung untuk menghadirkan program lisensi bagi guru mengaji sebagai bentuk standarisasi mutu pendidik agama di Kota Bandung.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan daya tarik guru dalam menyampaikan pembelajaran agama,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarpelaku pendidikan, menciptakan ekosistem pembelajaran yang religius, toleran, dan berkarakter, sejalan dengan visi Bandung Utama sebagai kota unggul dalam moral dan spiritualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru