Minggu, 12 April 2026

KMHE 2025: Ajang Inovasi Transportasi Berkelanjutan, Bukan Sekadar Balapan

Rabu, 29 Oktober 2025 09:21 WIB
KMHE 2025: Ajang Inovasi Transportasi Berkelanjutan, Bukan Sekadar Balapan
Direktur Belmawa Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja bersama panitia dan perwakilan Universitas Jember membuka secara resmi ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 di Universitas Jember, Jumat (24/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jember (buseronline.com) - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia memadati Universitas Jember untuk bersaing dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025. Kompetisi ini bukan sekadar ajang balap, melainkan juga laboratorium inovasi bagi kendaraan berkelanjutan.

Ajang yang digelar Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Universitas Jember ini berlangsung selama tiga hari, 24–26 Oktober 2025.

Sebanyak 68 tim finalis dari 44 perguruan tinggi berkompetisi dalam dua kategori utama:

- Prototype: kendaraan masa depan dengan desain futuristik yang menekankan efisiensi maksimal.

- Urban Concept: mobil yang menyerupai kendaraan harian namun tetap hemat energi.

Setiap meter lintasan menjadi bukti kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa. Puluhan mobil berdesain ramping dan futuristik meluncur satu per satu, menunjukkan inovasi dalam efisiensi energi dan teknologi transportasi.

Dalam sambutannya, Direktur Belmawa, Dr Beny Bandanadjaja ST MT menegaskan, KMHE 2025 lebih dari sekadar kompetisi teknis. “Ini adalah perayaan semangat kolaborasi dan persaudaraan akademik. Mahasiswa dari berbagai daerah bersatu, saling belajar, dan menginspirasi. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang kreatif dan kolaboratif,” ujar Beny.

Menurut Beny, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat lahirnya gagasan dan solusi nyata bagi tantangan bangsa, terutama dalam menghadapi menipisnya sumber daya energi fosil.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya ditantang merancang kendaraan hemat energi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir sistematis, bekerja lintas disiplin, dan memahami pentingnya inovasi berkelanjutan,” tambahnya.

KMHE 2025 menjadi laboratorium terbuka bagi mahasiswa, di mana teknologi dan kepedulian sosial bertemu. Selain merancang kendaraan yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, para peserta belajar bahwa inovasi lahir dari empati dan kolaborasi.

Di balik setiap baut yang dikencangkan dan kabel yang disambungkan, tumbuh mimpi besar. Kompetisi ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari laboratorium besar atau teknologi mahal, tapi bisa muncul dari tangan-tangan mahasiswa yang berani mencoba dan merakit ide-ide kecil menjadi solusi nyata untuk masa depan.

KMHE 2025 menjadi batu loncatan bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi transportasi berkelanjutan, sekaligus menanamkan nilai kolaborasi, kreativitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru