Minggu, 12 April 2026

Semangat Baru dari Bali Dorong Lahirnya Inovator Perguruan Tinggi

Selasa, 28 Oktober 2025 11:08 WIB
Semangat Baru dari Bali Dorong Lahirnya Inovator Perguruan Tinggi
Peserta Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025 berfoto bersama seusai penutupan kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Universitas Warmadewa di Auditorium Widya Sabha
Denpasar (buseronline.com) - Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terus memperkuat budaya riset berbasis inovasi melalui Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025 untuk wilayah Bali.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (22–24 Oktober 2025), di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa, Denpasar, dengan menggandeng Universitas Warmadewa sebagai mitra penyelenggara.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menyusun deskripsi permohonan paten yang berkualitas dan siap diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Sebanyak 50 peserta terpilih dari berbagai perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia mengikuti sesi intensif mulai dari pendalaman konsep kekayaan intelektual hingga praktik penulisan deskripsi invensi berdasarkan hasil riset masing-masing.

Ketua Tim Hilirisasi Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Adhi Indra Hermanu, menyampaikan apresiasi atas semangat peserta yang menunjukkan komitmen tinggi hingga hari terakhir pelatihan.

“Pelatihan ini bukan akhir, melainkan awal dari proses untuk mengubah hasil riset menjadi inovasi yang bernilai tambah. Kami berharap para dosen dan peneliti tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu mengamankan temuannya melalui paten yang siap diterapkan di masyarakat,” ujar Adhi.

Ia menegaskan, Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan akan terus memastikan keberlanjutan hasil dari kegiatan ini melalui pendampingan pascapelatihan.

“Kami tidak berhenti di pelatihan. Setiap hasil karya peserta akan kami dampingi hingga tahap pendaftaran di DJKI, bahkan dalam proses penilaian paten. Ini komitmen kami agar riset yang berpotensi benar-benar menjadi inovasi yang terdaftar dan terlindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, I Gde Suranaya Pandit, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan Kemdiktisaintek memilih kampusnya sebagai tuan rumah PDPP 2025. Ia juga turut menjadi peserta pelatihan dan berhasil menyusun satu draft paten selama kegiatan berlangsung.

“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami. Pendampingan yang detail membuat penyusunan paten terasa lebih mudah dan menyenangkan. Saya sendiri berhasil menulis satu draft paten selama pelatihan ini,” ungkapnya.

Rektor Pandit menilai bahwa keberhasilan satu karya akan menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi lain di lingkungan perguruan tinggi.

“Satu paten yang berhasil biasanya akan mendorong lahirnya karya-karya berikutnya. Selama tiga hari pendampingan, kami tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar menghasilkan satu draft paten yang siap diajukan. Ini pengalaman berharga dan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Dari sisi peserta, Folkes E Laumal dari Politeknik Negeri Kupang mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan berjalan efektif, profesional, dan memudahkan peserta memahami proses penulisan deskripsi paten.

“Pelatihan ini berjalan dengan sangat baik, mulai dari layanan panitia, fasilitas, hingga pendampingan teknis dalam penyusunan deskripsi paten. Semua prosesnya tertata rapi, dari administrasi, pengumpulan dokumen, hingga unggah hasil ke sistem,” katanya.

Folkes juga menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan para fasilitator sangat membantu peserta menyelesaikan draft paten dengan cepat dan tepat sasaran.

“Kami yang sebelumnya mengira penyusunan paten itu sulit, ternyata bisa dilakukan dengan bimbingan yang tepat. Dari hal-hal sederhana pun bisa lahir ide paten yang bermanfaat. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat berkarya di kalangan akademisi,” jelasnya.

Kegiatan PDPP 2025 di Bali menjadi bagian dari rangkaian program nasional Kemdiktisaintek dalam memperkuat ekosistem inovasi di perguruan tinggi, sekaligus membangun kesadaran bahwa setiap riset memiliki potensi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dari Denpasar, semangat baru tumbuh bahwa setiap riset bukan sekadar karya ilmiah, melainkan cikal bakal inovasi yang melindungi, menginspirasi, dan membawa manfaat bagi bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru