Boyolali (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin mendorong para santri untuk menguasai ilmu kepemimpinan sebagai modal menjadi pemimpin masa depan. Hal ini disampaikan saat kegiatan Seleksi Duta Santri Nasional 2025, di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jumat.
“Pengetahuan santri tentang kenegaraan maupun undang-undang harus ada, agar benar-benar siap untuk menjadi pemimpin bangsa ini,” kata Wagub Taj Yasin.
Menurut Taj Yasin, banyak tokoh nasional yang kini mengisi jabatan kepala daerah maupun profesi penting lainnya berasal dari pondok pesantren. Oleh karena itu, santri perlu dibekali dengan pemahaman kepemimpinan dan pemerintahan, namun tetap menjunjung nilai-nilai akhlak yang diajarkan di pesantren.
“Perlu dipraktikkan betul cara menghormati orang tua, menempatkan diri ketika berada di hadapan orang yang harus dihormati, termasuk di instansi-instansi luar pondok pesantren,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendukung pengembangan santri melalui berbagai program pendidikan. Terbaru, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin meluncurkan program Beasiswa Santri 2026 dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025).
Program beasiswa ini bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang beranggotakan para kiai, pengasuh pesantren, dan intelektual Islam. LFSP bertugas memfasilitasi seleksi, pendampingan, dan implementasi berbagai program pendidikan pesantren yang diselenggarakan Pemprov Jateng.
Beasiswa yang diberikan meliputi:
- S1 Dalam Negeri, berupa biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 1-8 di universitas wilayah Jawa Tengah, khususnya di bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, dan keislaman.
- Pendidikan Vokasi dan S1 Luar Negeri bidang saintek, dengan tujuan negara Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitas mencakup biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang-pergi.
- S1 Luar Negeri Double Degree bidang sains dan teknologi, serta S1 Luar Negeri bidang keislaman.
- S2 Dalam Negeri untuk bidang keislaman, humaniora, dan saintek.
Dengan adanya program ini, Wagub Taj Yasin berharap para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan dan keilmuan yang memadai untuk membangun bangsa di masa depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar