Selasa, 14 April 2026

Nawal Yasin Soroti Peran Perempuan Hadapi Tantangan Digital sebagai Madrasah Peradaban

Senin, 20 Oktober 2025 10:28 WIB
Nawal Yasin Soroti Peran Perempuan Hadapi Tantangan Digital sebagai Madrasah Peradaban
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjadi narasumber dalam Kajian Wanita bertema “Perempuan Sholihah Sebagai Fondasi Karakter dan Madrasah Peradaban” di Gedung Madrasah TBS Kudus, Sabtu (18/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Kudus (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai madrasah peradaban di tengah tantangan dunia digital yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam Kajian Wanita bertema “Perempuan Sholihah Sebagai Fondasi Karakter dan Madrasah Peradaban”, yang digelar di Gedung Madrasah TBS, Kabupaten Kudus, Sabtu.

Dalam paparannya, Nawal mengatakan bahwa perempuan merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak dan generasi penerus bangsa. Menurutnya, cara seorang ibu mendidik anak di lingkungan keluarga sangat menentukan arah peradaban di masa depan.

“Perempuan itu madrasah peradaban. Bagaimana baiknya ibu, begitu pula generasi yang akan dilahirkannya. Karakter ibu yang kuat dan berakhlak baik akan melahirkan anak-anak yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Nawal.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal penting yang harus dimiliki perempuan dalam menjalankan peran tersebut. Pertama, ilmu dan akhlak yang akan diwariskan kepada anak. Kedua, kecerdasan emosional, karena perempuan kerap menjalankan banyak peran sekaligus — sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat.

“Perempuan harus bisa mengatur waktu dan mengelola emosi dengan baik. Dengan multiperan yang dimiliki, ibu bukan hanya perlu waktu yang berkualitas, tapi juga kestabilan emosi dalam mendidik anak,” tambah istri Wakil Gubernur Jawa Tengah itu.

Selain itu, Nawal menekankan pentingnya growth mindset atau pola pikir berkembang, serta tanggung jawab sosial (social responsibility) untuk membangun perubahan positif di masyarakat.

“Kalau ingin membangun peradaban, mindset-nya harus tumbuh. Tidak boleh berhenti di zona nyaman. Kita harus terus berkembang, memperbaiki kualitas diri, dan bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Dalam konteks era digital, Nawal mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi anak-anak. Oleh karena itu, peran ibu sebagai pendidik pertama di rumah menjadi sangat vital dalam mengarahkan anak agar bijak menggunakan teknologi.

“Ibu harus bisa menjadikan gawai sebagai sarana untuk menumbuhkan pemikiran kritis, tanpa melupakan etika, serta membantu anak mengembangkan kreativitasnya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya quality time antara ibu dan anak agar hubungan emosional tetap terjaga, sekaligus mencegah teknologi menjauhkan kedekatan keluarga.

Menurut Nawal, anak-anak di masa kini tidak bisa sepenuhnya dilarang menggunakan gawai. Yang dapat dilakukan adalah mengawasi, mengarahkan, dan membimbing mereka agar mengakses konten yang positif serta memfilter hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Anak harus tahu mana yang boleh dan mana yang tidak, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak. Mereka perlu dibekali kesadaran untuk mengatur waktu dan tanggung jawab terhadap diri sendiri,” ujar Bunda Forum Anak Nasional (FAN) Jawa Tengah tersebut.

Melalui kegiatan ini, Nawal berharap para perempuan di Jawa Tengah dapat semakin menyadari peran strategisnya dalam membangun peradaban bangsa, terutama di era digital yang menuntut kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial secara seimbang. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara
Bareskrim Polri Ungkap Produksi Kosmetik Ilegal di Bogor, Tiga Tersangka Ditangkap
komentar
beritaTerbaru