Minggu, 12 April 2026

Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta Tekankan Pentingnya Inovasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 14 Oktober 2025 10:21 WIB
Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta Tekankan Pentingnya Inovasi untuk Pertumbuhan Ekonomi
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek M Fauzan Adziman bersama peserta Sarasehan Sains dan Teknologi di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Rabu (8/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Yogyakarta (buseronline.com) - Penguatan ekonomi daerah melalui penerapan sains dan teknologi menjadi fokus utama dalam Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta yang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI V) di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Rabu.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Agustus lalu. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi antara ilmuwan, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat jejaring inovasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, M Fauzan Adziman, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, mewakili Kemdiktisaintek. Selain itu, kegiatan juga diikuti perwakilan pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta para peneliti dan inovator dari berbagai bidang ilmu di wilayah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Dirjen Fauzan Adziman menegaskan bahwa arah riset nasional kini difokuskan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

“Delapan bidang fokus riset kita diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi keilmuan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat dimensi sosioekologi. Harapannya, riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan bermuara pada pengabdian bagi masyarakat,” ujar Fauzan.

Ia juga menyampaikan bahwa sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan sains dan teknologi merupakan bentuk investasi strategis bagi masa depan bangsa.

“Kita ingin mengubah ROI (Return on Investment) menjadi SROI (Social Return on Investment), agar hasil riset benar-benar memberikan dampak sosial yang nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Yos Sunitiyoso menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam memperkuat hilirisasi hasil riset agar inovasi perguruan tinggi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Melalui program pendanaan hilirisasi yang kami rancang, kami ingin mendorong kerja sama lintas bidang ilmu baik STEM maupun Soshum agar hasil riset benar-benar dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang bermanfaat,” jelas Yos.

Sarasehan ini juga menjadi wadah diskusi lintas sektor dengan fokus pada delapan bidang prioritas nasional, yakni ketahanan pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, pertahanan, maritim, digitalisasi, serta material maju dan manufaktur.

Menurut Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, forum ini merupakan momentum penting untuk mempertegas peran Yogyakarta sebagai kawasan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional.

“Perguruan tinggi berperan sebagai motor penggerak ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa. Melalui forum ini, kami ingin memperkuat kontribusi sains dan teknologi terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari pihak pemerintah daerah, Gubernur DIY yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga menegaskan komitmen daerah untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis riset.

“Kewirausahaan perguruan tinggi berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing regional. Komitmen ini harus diwujudkan melalui kolaborasi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan industri,” katanya.

Melalui Sarasehan Sains dan Teknologi ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha semakin kuat, sehingga hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan nasional.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru