Minggu, 12 April 2026

Workshop Kamp Inklusif di UM Surabaya, Ditjen Risbang Dorong Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah

Senin, 13 Oktober 2025 10:28 WIB
Workshop Kamp Inklusif di UM Surabaya, Ditjen Risbang Dorong Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto, bersama peserta Workshop Lanjutan Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional berfoto bersama di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rab
Surabaya (buseronline.com) - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen melalui Workshop Lanjutan Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional.

Kegiatan ini digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya selama tiga hari, 8–10 Oktober 2025, setelah sukses dengan lokakarya pertama di Makassar.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, menekankan pentingnya kualitas riset dibanding kuantitas.

“Sudah saatnya kita melangkah ke arah kualitas, bukan kuantitas. Program ini memfasilitasi talenta riset agar memiliki kemampuan memadai dan menghasilkan karya ilmiah yang baik,” ujarnya.

Heri juga menyampaikan apresiasi kepada UM Surabaya yang menjadi tuan rumah. “Kami berterima kasih atas sambutan dan profesionalisme Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kolaborasi semacam ini diharapkan berkelanjutan demi kemajuan riset di Indonesia,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UM Surabaya, Radius Setiyawan, mengatakan kegiatan ini penting untuk memperkuat budaya riset yang berorientasi pada kualitas.

“Produktivitas penelitian selama ini cukup tinggi, namun belum sepenuhnya sejalan dengan mutu publikasi. Kerja sama dengan Ditjen Risbang membantu memastikan setiap riset dosen dapat diterbitkan di jurnal bereputasi,” jelasnya.

Tim pakar, Ade Gafar Abdullah, menyoroti kemajuan peserta. “Sebagian besar draf peserta sudah siap untuk di-submit. Proses publikasi di jurnal bereputasi memerlukan kesabaran, dan pengalaman ini menjadi standar bagi alumni Kamp Inklusif,” tegasnya.

Ade juga menekankan pentingnya motivasi dan ketekunan: “Jangan menghakimi tulisan sendiri. Data yang terlihat biasa bisa jadi harta karun bagi editor. Penolakan adalah bagian dari pembelajaran menjadi peneliti lebih baik.”

Peserta dari Universitas Halu Oleo, Nurchalisah Rustan M, mengaku mendapat manfaat besar. “Workshop pertama fokus pada teknis penulisan, sedangkan yang kedua lebih pada strategi submit jurnal bereputasi Q1 dan Q2, termasuk pembuatan cover letter dan highlight manuskrip,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan presentasi rencana publikasi peserta dan komitmen menargetkan submit artikel pada November 2025.

Program ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah publikasi, tetapi juga memperkuat ekosistem riset berkualitas dan kolaboratif di Indonesia, sejalan dengan visi Kemdiktisaintek dalam memajukan sains dan teknologi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru