Minggu, 12 April 2026

Dorong Inovasi Perguruan Tinggi, Pelatihan Deskripsi Paten 2025 Digelar di Tangerang

Senin, 13 Oktober 2025 10:21 WIB
Dorong Inovasi Perguruan Tinggi, Pelatihan Deskripsi Paten 2025 Digelar di Tangerang
Para peserta dan narasumber berfoto bersama usai pembukaan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025 di Aula FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Rabu (8/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Tangerang Selatan (buseronline.com) - Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025, yang berlangsung di Aula FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kampus B, Cireundeu, Tangerang Selatan, pada 8-10 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan UMJ untuk memperkuat kapasitas dosen serta peneliti dalam penyusunan dokumen paten berkualitas. Sebanyak 51 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan selama tiga hari ini.

Dalam sambutannya, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso, menegaskan pentingnya hilirisasi riset sebagai pilar utama yang menghubungkan hasil penelitian dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Upaya hilirisasi riset adalah bagian penting dari visi kami untuk meningkatkan nilai tambah, baik secara sosiologis maupun ekonomi. Kami berharap setelah pelatihan ini para peserta dapat segera mendaftarkan hasil inovasinya ke DJKI dan berkontribusi dalam peningkatan jumlah paten nasional,” ujarnya.

Wakil Rektor I UMJ, Muhammad Hadi, menambahkan bahwa pada tahun 2045 UMJ menargetkan diri menjadi pusat peradaban, salah satunya melalui peningkatan jumlah paten.

“Visi ini lahir dari masukan berbagai pihak dan menjadi cita-cita besar agar Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia dapat melahirkan peradaban ilmu pengetahuan dan keislaman yang berdampak. Salah satu langkah menuju hal itu adalah melalui peningkatan produk ilmiah, termasuk paten,” kata Hadi.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber utama: Nanik Astuti dari Institut Teknologi Nasional Malang, Sofyan Arif dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan Ria Dewi dari Universitas Brawijaya.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik penyusunan deskripsi paten melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu tim fasilitator nasional.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan dosen dan peneliti dalam menulis deskripsi paten, serta mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas permohonan paten di perguruan tinggi.

Dengan semakin banyaknya inovasi akademik yang terlindungi secara hukum, pemerintah berharap kontribusi nyata para peneliti dan dosen akan mendukung pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia unggul. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru