Minggu, 12 April 2026

Ahmad Luthfi Dorong Seniman Jateng Tembus Kancah Internasional Lewat Diplomasi Budaya

Jumat, 10 Oktober 2025 10:21 WIB
Ahmad Luthfi Dorong Seniman Jateng Tembus Kancah Internasional Lewat Diplomasi Budaya
Seniman Sanggar Greget Semarang memperkenalkan kain batik kepada pengunjung saat tampil di World Expo 2025, Osaka, Jepang, Selasa (7/10/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Sanggar Greget Semarang menjadi salah satu kelompok seniman asal Indonesia yang meramaikan World Expo 2025 di Osaka, Jepang, pada 7–8 Oktober 2025.

Kelompok seni yang dimotori Yoyok Bambang Priyambodo tampil membawa misi kebudayaan sebagai media diplomasi antarnegara.

Keikutsertaan sanggar tari asal Kota Semarang, Jawa Tengah, ini mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia memberikan apresiasi dan dukungan kepada para seniman Jateng untuk go international.

“Kelompok seni kita ada yang berangkat ke Osaka, Jepang. Ini menunjukkan bahwa budaya, cipta, dan karsa yang kita lakukan, khususnya para seniman Jawa Tengah, sudah go international,” ujar Luthfi saat ditemui di sela kunjungan kerja di Boyolali, Rabu.

Luthfi menambahkan, banyak kegiatan budaya dari Jawa Tengah yang sudah masuk kancah internasional, seperti lagu Ilir-ilir dan karya seni lainnya. Bahkan, pekerja seni asal Jawa Tengah tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Ini harus kita dukung karena seni merupakan bagian dari alat pemersatu bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, gubernur menjelaskan, seni membawa rasa persatuan dan kesatuan bagi semua suku, ras, dan agama. Seni tidak hanya menjadi perekat antargolongan, antardaerah, atau antarprovinsi, tetapi juga merambah ke kancah internasional.

Di sisi lain, Yoyok Bambang Priyambodo menyampaikan, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencakup aspek logistik sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya.

“Acara ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Indonesia dan Jepang, di bidang seni dan budaya. Pemprov Jateng patut diapresiasi atas dukungannya yang konsisten terhadap seniman lokal, yang berkontribusi pada citra positif Indonesia di mata dunia,” kata Yoyok.

Menurut Yoyok, keikutsertaannya di Jepang merupakan misi diplomatik melalui jalur kebudayaan. Seni dan tradisi diyakininya bisa menjadi alat diplomasi yang fleksibel dan efektif dalam memperkuat hubungan antarnegara.

Dalam acara internasional tersebut, Yoyok akan menyajikan empat repertoar tari utama, yakni Tari Denok Deblong, Tari Ledek Petarangan, Tari Pesona Jawa Tengah, dan Tari Tayub. Keempat karya ini dipilih karena mampu mencerminkan beragam aspek serta semangat hidup masyarakat Jawa Tengah.

Ia juga membawa sejumlah murid berbakat dari Sanggar Greget Semarang, antara lain Canadian Mahendra, Ratu Gayatri, Adinda Salsabia, dan Annastasya Rahmadani.

“Keikutsertaan kami di Osaka bukan hanya menyuguhkan tarian, tapi juga memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat berinteraksi dengan era modern tanpa meninggalkan akarnya. Ini menjadi instrumen diplomasi yang menonjolkan nilai-nilai kultural Indonesia,” pungkas Yoyok. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru