Minggu, 12 April 2026

Perkuat Inovasi Perguruan Tinggi Lewat Pelatihan Penulisan Deskripsi Paten 2025

Senin, 06 Oktober 2025 10:10 WIB
Perkuat Inovasi Perguruan Tinggi Lewat Pelatihan Penulisan Deskripsi Paten 2025
Para peserta berfoto bersama usai pembukaan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Tahun 2025 di Ruang Serbaguna Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (1/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Surabaya (buseronline.com) - Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Tahun 2025 bagi dosen di wilayah Surabaya. Kegiatan ini berlangsung pada 1–3 Oktober 2025 dan dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Surabaya (Ubaya) di Ruang Serbaguna Fakultas Teknobiologi Ubaya.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menyusun dokumen permohonan paten sesuai standar, memperkuat budaya inovasi di perguruan tinggi, serta mendorong hilirisasi riset agar hasil invensi terlindungi dan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun industri.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong riset menuju hilirisasi agar memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi bangsa.

“Visi Kemdiktisaintek adalah mendorong riset hingga tahap hilirisasi yang memberi nilai tambah serta dampak sosial, ekologi, dan ekonomi yang berkelanjutan. Dukungan perguruan tinggi menjadi kunci, dan kami berharap hasil riset yang Bapak-Ibu kembangkan dapat memberi manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Yos.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Surabaya, Christina Avanti, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ubaya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

“Merupakan kebanggaan bagi Universitas Surabaya dapat berperan aktif sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini. Pelatihan ini sangat penting untuk mendorong iklim riset di Indonesia, terutama dalam menjembatani antara dunia industri dan perguruan tinggi. Harapannya hasil riset dapat selaras dengan kebutuhan pasar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ririn Handayani dari Universitas Dokter Soebandi, menilai pelatihan ini sangat memotivasi dosen untuk menghasilkan karya yang dapat dipatenkan.

“Selama tiga hari mengikuti pelatihan ini, kami sangat termotivasi sebagai dosen untuk terus berkarya menghasilkan paten. Pelaksanaan kegiatan sudah sangat baik, dan kami berharap tetap dilaksanakan di batch berikutnya, karena masih banyak dosen yang memerlukan pendampingan dalam memahami tata cara penulisan deskripsi paten,” jelasnya.

Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi inti yang disampaikan oleh tiga narasumber, yaitu Muhammad Sahlan (Universitas Indonesia), Mike Yuliana (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), dan I Ketut Mudite Adnyane (Institut Pertanian Bogor). Hari kedua diisi dengan Focus Group Discussion (FGD), di mana peserta mempraktikkan materi yang telah diberikan dengan bimbingan fasilitator. Sedangkan hari ketiga ditutup dengan evaluasi dan sesi penutupan.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak invensi dari perguruan tinggi yang dapat dilindungi melalui paten, dihilirisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru