Minggu, 12 April 2026

Siswa PAUD Membatik di Hari Batik Nasional, Gus Yasin dan Ning Nawal Hadir Beri Semangat

Sabtu, 04 Oktober 2025 10:14 WIB
Siswa PAUD Membatik di Hari Batik Nasional, Gus Yasin dan Ning Nawal Hadir Beri Semangat
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, bersama istrinya, Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin, menyemangati siswa PAUD dalam kegiatan membatik pada Hari Batik Nasional di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (2/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Ribuan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai daerah di Jawa Tengah memadati Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Kamis pagi. Mereka mengikuti kegiatan “Ayo Membatik Bersama Bunda PAUD Jateng” dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

Duduk rapi didampingi para guru, anak-anak tampak gembira saat mulai menggoreskan kuas berisi warna ke kain putih bermotif kura-kura dan bunga. Warna-warni cerah seperti cokelat, merah, kuning, hingga hasil imajinasi khas anak-anak, menghiasi kain tersebut.

Kegiatan itu turut disaksikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, bersama istrinya yang juga Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin. Keduanya terlihat berbaur dengan anak-anak, memberi semangat, hingga sesekali mengobrol ringan.

“Mana batiknya? Ini warnanya apa?” tanya Gus Yasin sambil tersenyum, menghampiri seorang anak yang sedang mewarnai bagian kepala kura-kura dengan hati-hati.
“Ini warna coklat,” jawab singkat siswa laki-laki itu.

Sementara itu, Ning Nawal tampak duduk di antara anak-anak, memegang kain penuh warna dan memuji karya mereka.
“Bagus sekali ini, semangat ya, membatiknya,” ucapnya.

Tak sekadar seremoni, kegiatan membatik bersama Bunda PAUD Jateng ini berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor tersebut diraih berkat partisipasi 27.000 siswa PAUD yang membatik secara serentak, baik secara luring maupun daring.

Dari jumlah itu, sekitar 3.000 siswa membatik langsung di Stadion Jatidiri, sementara 24.000 siswa lainnya berpartisipasi secara daring dari sekolah PAUD binaan Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) di seluruh Jawa Tengah.

Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin, menegaskan pentingnya mengenalkan batik sejak usia dini, terutama di tengah derasnya arus globalisasi.

“Di tengah arus globalisasi seperti ini, kita perlu mengenalkan batik mulai dini. Harapannya, anak-anak bukan hanya berkarakter religius, tapi juga berakar pada budaya lokal,” kata Nawal.

Ia juga menekankan bahwa Bunda PAUD Jateng memiliki visi mewujudkan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif. Hal ini meliputi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, gizi, hingga penanaman nilai inklusif dan antikekerasan.

“Harapannya, bisa mewujudkan PAUD holistik-integratif yang bukan hanya berfokus pada pendidikan, tapi juga memperhatikan kesehatan, pengasuhan, kesejahteraan, serta menjadi PAUD antidiskriminatif,” tambahnya.

Kegiatan membatik serentak ini diharapkan tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap batik sejak kecil, tetapi juga memperkuat karakter anak-anak Jawa Tengah agar tetap mencintai budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru