Minggu, 12 April 2026

Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan, Dirjen Risbang Tinjau Perguruan Tinggi

Selasa, 30 September 2025 12:16 WIB
Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan, Dirjen Risbang Tinjau Perguruan Tinggi
Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemendikbudristek Fauzan Adziman meninjau inovasi Tel-Urator, insinerator ramah lingkungan karya Universitas Telkom, saat kunjungan ke Bandung, Kamis (25/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Fauzan Adziman, bersama Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, meninjau berbagai produk inovasi perguruan tinggi dalam bidang pengelolaan sampah ramah lingkungan di Kota Bandung, Kamis.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempercepat adopsi teknologi yang dikembangkan kampus dalam menangani persoalan sampah, sekaligus mendorong implementasi nyata di masyarakat.

Produk pertama yang ditinjau adalah Tel-Urator, insinerator ramah lingkungan hasil inovasi Universitas Telkom dengan kapasitas hingga dua ton sampah per hari. Teknologi ini telah digunakan di lingkungan kampus dan desa mitra untuk membantu mengurangi volume sampah sekaligus menekan polusi.

Selanjutnya, Dirjen Risbang meninjau Reaktor Plasma Dingin hasil inovasi Universitas Islam Bandung (UNISBA), yang mampu memusnahkan 0,5–1 ton sampah per jam. Hampir semua jenis sampah, kecuali limbah B3, kaca, dan logam, dapat diolah dalam reaktor ini. Dengan kombinasi teknologi plasma, gelombang mikro, magnet, laser, dan grafen, reaktor menghasilkan liquid smoke (asap cair) dan konsentrat karbon–logam.

“Pengelolaan sampah adalah isu kritikal di Indonesia. Dengan teknologi yang dikembangkan kampus, harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut agar berguna bagi masyarakat luas,” ujar Fauzan.

Kepala Pusat Pengembangan Teknologi UNISBA, Imam Indratno, menambahkan bahwa seluruh material pembuatan reaktor berasal dari dalam negeri.

“Tidak ada bahan impor, termasuk grafen yang menjaga alat tidak meleleh. Jadi penyelesaian persoalan sampah bisa dijawab dengan solusi dari dalam negeri,” jelasnya.

Selain Universitas Telkom dan UNISBA, rombongan Dirjen Risbang juga meninjau inovasi lain, di antaranya:

- Alat pemisah sampah otomatis dari Universitas Teknologi Bandung,

- Teknologi instalasi biogas dari Universitas Pakuan,

- Inovasi Bio-CNG dari Institut Teknologi Nasional Bandung,

- serta berbagai produk pengelolaan limbah dari perguruan tinggi lainnya.

Fauzan menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun budaya riset dan budaya pengelolaan sampah. Ia mencontohkan penerapan Integrated Waste Management System (I-WANT) di Universitas Telkom, di mana sampah kampus dipisah, dipilah, dan diolah hingga menghasilkan nilai tambah maupun produk bernilai jual.

“Budaya itu yang akan kita bangun. Tidak hanya teknologi, tetapi juga budaya dalam mengelola sampah,” tegas Fauzan.

Ia menutup kunjungan dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra industri. Menurutnya, sinergi tersebut mutlak diperlukan agar solusi pengelolaan sampah benar-benar efektif, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
Marseille Akhiri Tren Negatif Usai Tumbangkan Metz 3-1
komentar
beritaTerbaru