Minggu, 12 April 2026

Mendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Sentra Perkembangan Ekonomi di Era University 4.0

Senin, 29 September 2025 10:21 WIB
Mendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Sentra Perkembangan Ekonomi di Era University 4.0
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto berfoto bersama peserta usai membuka rangkaian Temu Nasional FORTEI, SNTE, dan ICVEE 2025 di Universitas Negeri Surabaya, Kamis (25/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Surabaya (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan bahwa perguruan tinggi di Indonesia harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri global.

Pernyataan itu disampaikan saat pidato pada rangkaian kegiatan Temu Nasional Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (Fortei), Seminar Nasional Teknik Elektro (SNTE), dan International Conference on Vocational Education and Electrical Engineering (ICVEE) 2025 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis.

Dalam arahannya, Menteri Brian menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga harus berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Pada era University 4.0, perguruan tinggi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, karena kampus adalah satu entitas di mana orang-orang pintar dan intelektual berkumpul. Riset kita harus intens dengan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia berada dalam momentum strategis, di mana sebagian besar penduduk adalah generasi produktif, dan negara menargetkan status berpendapatan tinggi pada 2045. Sinergi antara perguruan tinggi, peneliti, dan dunia usaha menjadi kunci percepatan transformasi ekonomi nasional.

Selain itu, Menteri Brian menekankan pentingnya penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan kolaborasi riset terapan, terutama di bidang teknik elektro, sebagai kunci lahirnya inovasi dan teknologi yang berdampak luas.

“Teknologi yang kuat melahirkan kedaulatan yang tinggi. Pak Presiden berpesan, kita harus bangkit dengan industri-industri yang maju,” imbuhnya.

Kebijakan ini sejalan dengan strategi Diktisaintek Berdampak, yang bertujuan memastikan kebijakan pendidikan tinggi memberikan manfaat nyata dalam menghadirkan sumber daya manusia unggul dan memperkuat fondasi pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri Brian juga mengajak peserta untuk menghasilkan ide dan gagasan yang nantinya dapat dikolaborasikan dengan industri untuk menciptakan embrio industri baru di Indonesia.

Rangkaian acara SNTE, Fortei, dan ICVEE 2025 yang digelar pada 24–26 September menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring, berbagi pengetahuan, serta menyusun langkah bersama dalam pengembangan pendidikan teknik elektro.

Ketua Pelaksana Temu Fortei Nasional 2025, Lusia Rakhmawati, menambahkan bahwa pendidikan tinggi Teknik Elektro tidak hanya harus unggul di bidang akademik, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Mendiktisaintek bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, relevan, dan berdampak langsung pada kemajuan bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru