Minggu, 12 April 2026

Farhan Ungkap Rahasia Integritas Politisi di Depan Mahasiswa ITB

Jumat, 26 September 2025 12:09 WIB
Farhan Ungkap Rahasia Integritas Politisi di Depan Mahasiswa ITB
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menyampaikan materi dalam Expert Talk bertema “Building a Culture of Ethics and Good Governance in Organizations” di Auditorium Namengkawi SBM ITB, Selasa (23/9/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berbagi pengalaman dan pemikiran soal integritas politik di depan ratusan mahasiswa dalam Expert Talk bertema “Building a Culture of Ethics and Good Governance in Organizations” di SBM ITB, Selasa.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan membuka diskusi dengan cerita pribadi yang sederhana namun mengena. Ia menekankan, “Politisi jangan punya cicilan. Itu titik lemah yang paling gampang dimanfaatkan.”

Farhan menceritakan pengalamannya meninggalkan dunia hiburan yang glamor untuk terjun ke dunia politik. Ia bahkan menjual barang-barang mewah dan kendaraannya sendiri agar dapat merasakan hidup seperti warganya.

“Saya mulai naik angkot, supaya tahu berapa ongkos dari Stasiun Bandung ke ITB. Dari situ saya sadar, macetnya Bandung bukan cuma soal jalan sempit, tapi karena transportasi umum kita memang tidak memadai,” ujarnya.

Cerita itu memantik antusiasme mahasiswa yang hadir. Farhan juga menekankan pentingnya menolak gratifikasi dalam bentuk apapun, termasuk hadiah ulang tahun.

“Sejak hari pertama menjabat, saya bilang ke staf, jangan kirim kado, jangan kirim uang. Doa lewat WhatsApp sudah cukup. Kalau kita biarkan hal kecil, itu bisa jadi pintu masuk praktik yang lebih besar,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, Farhan mengulas tantangan membangun good governance. Ia menegaskan bahwa birokrasi publik yang kaku bukanlah hambatan, melainkan mekanisme hukum yang harus dijalankan untuk memastikan transparansi dan kepatuhan aturan.

“Reformasi birokrasi bukan memotong seenaknya, tapi memastikan semua prosedur sesuai aturan. Kadang tidak populer, tapi itu harga yang harus dibayar demi tata kelola yang baik,” katanya.

Selain itu, Farhan menyoroti isu layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air minum, hingga penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sebagai prioritas yang membutuhkan tata kelola transparan. Ia menegaskan, good governance tidak bisa dibangun hanya dengan aturan, tetapi dari komitmen moral dan integritas seorang pemimpin.

Dekan SBM ITB, Prof Aurik Gustomo, menyambut positif kehadiran Farhan. Ia menekankan bahwa pembahasan etika dan kepemimpinan sangat sejalan dengan misi SBM ITB: entrepreneurship, innovation, and leadership.

“Kehadiran Kang Farhan hari ini sangat tepat. Mahasiswa bisa belajar langsung dari pengalaman praktis beliau sebagai kepala daerah,” ujarnya.

Acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Mahasiswa SBM ITB mendapatkan wawasan praktis tentang integritas dan kepemimpinan, yang menurut mereka jauh lebih mengena daripada sekadar teori di buku teks. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru