Minggu, 12 April 2026

Dorongan Wamen Stella: Unimal Disiapkan Jadi Sentra Inovasi Energi dan Lingkungan

Senin, 22 September 2025 10:28 WIB
Dorongan Wamen Stella: Unimal Disiapkan Jadi Sentra Inovasi Energi dan Lingkungan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie bersama Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fithra, saat kunjungan kerja di Unimal, Aceh, Kamis (18/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Aceh (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, melakukan kunjungan ke Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh, Kamis.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fokus riset perguruan tinggi dalam mendukung hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Stella menegaskan bahwa riset merupakan motor penggerak kemajuan bangsa. Menurutnya, fokus riset Unimal pada bidang pengelolaan limbah plastik dan energi terbarukan, termasuk inovasi bioetanol dari kopi khas Aceh, sejalan dengan arah strategis nasional serta kebutuhan global.

“Universitas tidak perlu menguasai semua bidang, tetapi harus memiliki fokus yang jelas. Di Unimal, saya melihat kekuatan unik yang dapat melahirkan inovasi besar bagi Aceh sekaligus Indonesia,” ujar Stella usai mendengarkan paparan kegiatan riset unggulan di Unimal.

Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fithra, menuturkan bahwa Unimal bukan hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga simbol keberagaman dan perdamaian di Aceh.

“Unimal hari ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 23.000 mahasiswa dari 38 provinsi dan sejumlah negara. Dengan dukungan riset dan inovasi, kami ingin menjadikan kampus ini sebagai kebanggaan Aceh dan Indonesia,” kata Herman.

Dalam kunjungannya, Wamen Stella juga meresmikan Pusat Riset Unimal, PUI-Technoplast (Center of Excellence Natural Polymer and Plastic Recycle), yang berfokus pada pengolahan sampah plastik menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Program ini muncul dari keprihatinan atas persoalan sampah di Aceh yang mencapai lebih dari 300 ton per hari, sekaligus komitmen Unimal menghadirkan solusi berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan dukungan nyata, antara lain melalui pendanaan riset kompetitif, dana hilirisasi LPDP sebesar Rp1,8 T, Strategic Grand Call untuk energi terbarukan dan pengelolaan sampah, serta insentif bagi peneliti. Kebijakan ini diharapkan memperkuat semangat dosen dan peneliti dalam menghasilkan inovasi yang berdaya guna.

“Kami ingin memastikan riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa sampai ke masyarakat dan industri. Kolaborasi ini adalah kunci,” tegas Stella.

Ketua Pusat Unggulan Iptek (PUI) Unimal, Zulnasri, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Ia berharap riset yang dikembangkan Unimal mampu bertahan di tingkat nasional maupun global.

“Dengan dukungan dana riset dan kolaborasi bersama industri, kami optimistis produk inovasi berbahan polimer alami dan plastik daur ulang dari Unimal dapat dikomersialisasikan, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelas Zulnasri.

Kunjungan Wamendiktisaintek ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Malikussaleh sebagai pusat riset unggulan yang tidak hanya berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Aceh. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru