Minggu, 12 April 2026

Sekolah Garuda: Wujud Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas dari Kaltara

Minggu, 21 September 2025 10:14 WIB
Sekolah Garuda: Wujud Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas dari Kaltara
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyerahkan sertifikat lahan calon Sekolah Garuda kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Tanjung Selor, Rabu (17/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Tanjung Selor (buseronline.com) - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan di seluruh penjuru negeri. Salah satu langkah nyata adalah pembangunan Sekolah Garuda di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), yang menjadi simbol pemerataan serta upaya menghadirkan pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah penduduk usia 16–18 tahun (setara SMA) yang berstatus belum pernah sekolah atau tidak sekolah lagi di Indonesia mencapai 3.433.154 anak. Di Kaltara, angka tersebut tercatat 21,11% dari total penduduk usia 16–18 tahun.

Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) di Kaltara hanya 27,98, lebih rendah dibanding rata-rata nasional yakni 32,00. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam memastikan pendidikan yang merata di kawasan perbatasan.

Untuk menjawab persoalan itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Provinsi Kaltara melakukan penyerahan sertifikat lahan calon Sekolah Garuda di Tanjung Selor, Rabu. Prosesi ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan.

“Investasi tanah ini untuk Kaltara dan untuk bangsa. Kehadiran sekolah unggul di daerah perbatasan ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Fauzan.

Fauzan menambahkan, kehadiran Sekolah Garuda tidak hanya untuk membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperluas akses pendidikan unggul, termasuk sistem beasiswa. Hal ini agar anak-anak di wilayah perbatasan memiliki kesempatan setara dengan daerah lain.

Senada dengan itu, Asisten Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Tri Santoso, menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus dipercepat.
“Arahan Pak Presiden, PHTC dan PSN harus dipercepat. Salah satu komitmen kami adalah mengawal pendirian Sekolah Garuda. Pemerintah pusat bersama daerah akan mendampingi proses teknis setelah ini,” jelas Tri.

Presiden RI, Prabowo Subianto, sebelumnya telah menargetkan pendirian 100 Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda Transformasi hingga tahun 2029. Konsepnya meliputi pembangunan sekolah baru di daerah perbatasan, peningkatan kualitas sekolah existing, kurikulum berstandar tinggi, serta fasilitas lengkap yang mendukung pembelajaran.

Menurut Wamen Fauzan, pembangunan Sekolah Garuda di Tanjung Selor akan dimulai pada Oktober 2025 dan ditargetkan bisa menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026.

“Kemdiktisaintek berkomitmen menjamin perluasan dan peningkatan akses pendidikan prauniversitas yang berkualitas bagi anak bangsa demi kemajuan Indonesia,” tegas Fauzan.

Dengan kehadiran Sekolah Garuda di Kaltara, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi muda berkarakter, unggul, serta berdaya saing global yang mampu bersaing di perguruan tinggi top dunia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru