Minggu, 12 April 2026

Wamen Fauzan Soroti Penguatan Kapasitas Diri dan Karakter dalam Menghadapi Tantangan Zaman

Kamis, 18 September 2025 10:21 WIB
Wamen Fauzan Soroti Penguatan Kapasitas Diri dan Karakter dalam Menghadapi Tantangan Zaman
Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, berfoto bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Semarang usai memberikan kuliah umum pada Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 di Gelora Samudra, Sabtu (12/9/2025). (Dok/Diktisaintek
Semarang (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas diri dan penguatan karakter bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.

Hal ini disampaikan saat memberikan kuliah umum pada rangkaian Masa Ta’aruf (Masta) Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Sabtu.

Fauzan menilai, mahasiswa memiliki peran sentral sebagai tulang punggung kemajuan bangsa sekaligus agen perubahan. Oleh karena itu, selain unggul secara akademis, mahasiswa juga harus membangun karakter, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadi contoh di mana saja kalian berada. Untuk mencapai hal itu, tidak sekadar belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar dari lingkungan. Inilah yang dapat mengantarkan mahasiswa menuju pengembangan diri menjadi lebih baik,” ujar Fauzan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat pengangguran nasional mencapai 7,28 juta orang, di mana 1,01 juta di antaranya merupakan lulusan sarjana.

Di Jawa Tengah, tingkat pengangguran berada di angka 4,33% dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi sebesar 26,37%, masih di bawah rata-rata nasional (32%). Kondisi ini, kata Fauzan, menjadi tantangan yang harus dijawab bersama dengan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Pemerintah, melalui arah kebijakan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak melalui riset, inovasi, dan pembelajaran transformatif, salah satunya lewat program Diktisaintek Berdampak.

Fauzan menambahkan, bonus demografi yang akan dialami Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan. Perguruan tinggi, menurutnya, harus hadir dengan fasilitas inklusif dan adaptif agar mahasiswa dapat belajar dari berbagai sumber, bukan hanya di ruang kelas.

“Perguruan tinggi bertanggung jawab memfasilitasi kebutuhan mahasiswa secara adaptif dan relevan, supaya mahasiswa dapat belajar dari mana saja. Di sinilah peran penting perguruan tinggi: agar mahasiswa menjadi manusia luar biasa,” pungkasnya.

Kementerian Diktisaintek berkomitmen mendampingi mahasiswa sebagai agen perubahan dengan kebijakan inklusif, riset dan inovasi berdaya guna, serta pembelajaran yang sesuai kebutuhan zaman.

Dengan begitu, generasi muda diharapkan mampu memperkuat karakter, meningkatkan kapasitas diri, dan berkolaborasi aktif dalam membangun Indonesia yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru