Minggu, 12 April 2026

KDM: Saya Mengapresiasi Sikap Kritis Mahasiswa

Kamis, 18 September 2025 10:14 WIB
KDM: Saya Mengapresiasi Sikap Kritis Mahasiswa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan arahan kepada mahasiswa baru Universitas Pasundan pada acara PKKMB di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Selasa (16/9/2025). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengungkapkan apresiasinya terhadap sikap kritis mahasiswa yang dinilai sebagai modal penting dalam menghadirkan perubahan positif di masyarakat maupun pemerintahan.

Menurut KDM, sikap kritis generasi muda, khususnya mahasiswa, tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan, baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Selasa.

“Hari ini bertemu dengan teman-teman mahasiswa Unpas, yang paling utama, saya mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan berbagai gagasan kritis bagi negara untuk melakukan evaluasi baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif,” ujar KDM.

Lebih lanjut, KDM menekankan pentingnya efisiensi negara dalam mengelola keuangan dengan berorientasi pada kemakmuran rakyat. Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat harus dipenuhi dengan baik sebagai wujud tanggung jawab negara.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya membangun masyarakat madani (civil society) yang kuat, jujur, dan berkarakter. KDM bahkan mengingatkan mahasiswa untuk tidak berlaku “koruptif” kepada orang tuanya.

“Kalau negara tidak boleh koruptif, mahasiswa juga tidak boleh koruptif sama orang tuanya. Tidak boleh menilap uang semesteran, tidak boleh boros. Pemimpinnya kuat, rakyatnya juga harus kuat. Pemimpinnya jujur, rakyatnya juga jujur, generasi penerusnya juga harus jujur,” tegasnya.

Di sisi lain, KDM menyoroti tantangan dunia pendidikan dalam menghadapi persaingan global. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun link and match dengan kebutuhan pasar kerja agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan.

“Problem pendidikan kita itu antara kebutuhan pasar dengan lulusan perguruan tinggi tidak match. Itu yang harus segera dibenahi ke depan sehingga tenaga-tenaga Indonesia mampu menjawab tantangan pasar,” jelasnya.

KDM juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga produk atau inovasi yang nyata bermanfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan persoalan sampah di kota-kota besar yang bisa dijadikan fokus riset dan solusi oleh civitas akademika.

“Itulah yang ada dalam pikiran saya. Sebaiknya ke depan skripsi, disertasi, tesis itu selain bentuk karya tulis, juga melahirkan produk. Seseorang menjadi sarjana karena mempunyai produk,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru