Jakarta (buseronline.com) - Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar Mangihut Simatupang menegaskan pentingnya amanat dan komitmen bersama sebagai panduan kerja seluruh jajaran. Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Penyampaian Amanat dan Komitmen Bersama Mendiktisaintek serta Kegiatan Hasil Karya dan Karsa di Jakarta, Senin.
Menurut Togar, amanat dan komitmen bersama yang ditegaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, memuat delapan poin utama yang harus dijalankan seluruh pegawai.
Pertama, menjunjung etika di atas hukum, sehingga setiap kebijakan tidak hanya patuh aturan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat akademik. Kedua, menggunakan kewenangan secara amanah, bebas dari konflik kepentingan, dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.
Ketiga, mewujudkan pelayanan paripurna sebagai budaya kerja bersama dengan standar yang jelas, transparan, dan berkelanjutan. Keempat, menegakkan transparansi dan akuntabilitas melalui audit legal maupun sosial, agar regulasi benar-benar berpihak pada pelayanan.
Kelima, mengelola bantuan sosial pendidikan dan hibah dengan bersih, adaptif, serta bebas dari penyimpangan. Keenam, memastikan penggunaan anggaran secara tepat, transparan, dan berorientasi hasil.
Ketujuh, mempercepat penyerapan anggaran untuk mendukung program prioritas seperti bantuan mahasiswa, beasiswa KIP-K, hibah penelitian, dan Sekolah Garuda. Kedelapan, menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK secara tuntas dan terukur agar tata kelola semakin baik dari tahun ke tahun.
“Komitmen ini harus menjadi pedoman bersama dalam bekerja. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan amanah adalah prioritas, sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat,” tegas Togar.
Ia menambahkan, kinerja yang dijalankan harus berdampak langsung, bukan sekadar angka dalam laporan. “Semangat pengabdian harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Sesjen juga mendorong praktik baik di lingkungan kerja, seperti akuntabilitas, komunikasi yang sehat, peningkatan kompetensi, serta menghindari benturan kepentingan.
Penasihat Khusus Mendiktisaintek, Marsetio, yang hadir dalam kesempatan tersebut, mengingatkan bahwa pendidikan tinggi kini menjadi perhatian publik. “Kita harus siap bekerja dengan baik dan terus meningkatkan kompetensi agar perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi optimal bagi bangsa,” kata Marsetio.
Sebagai simbol inovasi, Sesjen Togar menyerahkan buku Inovasi Visioner dan Diktisaintek Berdampak kepada perwakilan unit kerja. Kedua buku tersebut mencerminkan hasil karya serta karsa para pegawai Kemdiktisaintek dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, serta seluruh pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Kemdiktisaintek. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar