Minggu, 12 April 2026

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan RS Swasta Dorong Percepatan Penambahan Dokter Spesialis

Senin, 15 September 2025 12:16 WIB
Kolaborasi Kemdiktisaintek dan RS Swasta Dorong Percepatan Penambahan Dokter Spesialis
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama jajaran Kemdiktisaintek berfoto bersama perwakilan rumah sakit swasta usai pertemuan percepatan penambahan dokter spesialis di Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta untuk mempercepat penambahan jumlah dokter spesialis di Indonesia. Pertemuan ini dihadiri pengelola Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rumah Sakit Siloam, dan Rumah Sakit Hermina, Kamis.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa percepatan penambahan dokter spesialis merupakan program strategis kementerian. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan strategi efektif untuk meningkatkan ketersediaan tenaga medis spesialis di tanah air.

“Kami dari Kemdiktisaintek yang membawahi universitas terus mengoptimalkan segala upaya untuk memaksimalkan program ini. Agar program ini berjalan, kami membutuhkan lebih banyak rumah sakit sebagai laboratorium,” kata Menteri Brian.

Tri Hanggono Achmad, Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis, menjelaskan bahwa selama ini pendidikan dokter spesialis lebih banyak dilakukan di rumah sakit pemerintah.

Dengan kolaborasi rumah sakit swasta, akses pendidikan spesialis dapat diperluas sambil tetap menjaga mutu. Tantangan utama adalah masalah pembiayaan, di mana tidak semua calon dokter mampu mengakses pendidikan ini.

“Langkah yang kami tawarkan ke depan, mereka yang mendapat beasiswa ini akan bekerja di rumah sakit tersebut,” ujar Tri.

Sistem ini diharapkan menjamin rumah sakit swasta mendapatkan tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan, sekaligus memberi imbalan berupa insentif atau upah bagi dokter.

Wakil Ketua II Pimpinan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Syafak Hanung, menyatakan dukungannya. “Saat ini kami memiliki sekitar 128 rumah sakit yang bisa dijadikan lahan pendidikan spesialis,” ungkapnya.

Direktur Utama Rumah Sakit Hermina, Hasmoro, menambahkan bahwa Hermina memiliki 51 rumah sakit, termasuk satu rumah sakit pendidikan, serta sembilan rumah sakit dengan kapasitas lebih dari 300 tempat tidur, sehingga layak dijadikan tempat pendidikan. Sementara perwakilan Siloam, Grace Frelita, menyatakan dukungan serupa.

“Siloam memiliki 41 rumah sakit dari Medan hingga Ambon, dan telah bekerja sama dengan beberapa universitas seperti UI, UNPAD, dan UNHAS,” jelasnya.

Menteri Brian menekankan, “Upaya peningkatan akses tetap harus berpegang pada standardisasi untuk menjamin kualitas. Kemdiktisaintek akan senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak.”

Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Ditjen Dikti, Tenaga Ahli Mendiktisaintek, dan Satgas Percepatan PPDS Kemdiktisaintek. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru