Senin, 07 September 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Bagikan Wawasan Kepemimpinan di Hadapan Ribuan Mahasiswa

Rabu, 10 September 2025 12:09 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Bagikan Wawasan Kepemimpinan di Hadapan Ribuan Mahasiswa
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan materi kepemimpinan di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin (8/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan materi kepemimpinan di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah itu sekaligus menjadi momen berbagi pengalaman tentang kepemimpinan, integritas, hingga praktik demokrasi di pemerintahan.

Dalam sambutannya, Luthfi menekankan bahwa seorang pemimpin harus berjiwa melayani dan mampu membangun kepercayaan masyarakat. Semua aspirasi, kata dia, harus diterima dan ditindaklanjuti.

Pemprov Jateng, lanjutnya, telah menyiapkan mekanisme layanan aduan daring dengan respons maksimal 1×24 jam, sekaligus membuka pintu kantor gubernur sebagai “rumah rakyat” yang bisa diakses siapa pun.

“Semua keluh kesah masyarakat kita layani. Pengaduan langsung juga bisa ke kantor, karena Kantor Gubernur melalui rumah rakyat, siapa pun boleh datang,” ujar Luthfi di Kampus Unimus.

Ia menegaskan, pemimpin di semua tingkatan—provinsi, kabupaten/kota, hingga desa—harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Kebijakan yang dibuat harus dilaksanakan dengan konsisten tanpa intervensi pihak mana pun.

“Tidak boleh ada intervensi oleh siapa pun, diberikan apa pun, bahkan intervensi secara politik di wilayah kita. Pemprov Jateng sudah menjalankan merit system, sesuai kapasitas dan kemampuan,” tegasnya.

Soal integritas, Luthfi mengibaratkan seorang pemimpin seperti kepala ikan. Jika kepala busuk, maka seluruh tubuh ikut rusak. Oleh karena itu, pimpinan di Jawa Tengah diminta menjadi teladan dalam setiap tindakannya. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), menurutnya, telah mengembangkan zona integritas dan program pendidikan antikorupsi hingga level desa.

“Kita sudah terbuka, di media sosial dan portal-portal yang dapat diakses oleh masyarakat. Transparansi anggaran dapat dilihat, sehingga masyarakat bisa memberi kritik dan masukan. Ini langkah agar tidak ada korupsi, serta tidak terjadi main bawah meja, main amplop, dan main mata,” tandasnya.

Acara tersebut semakin interaktif ketika sejumlah mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan. Berbagai topik dilontarkan, mulai dari kepemimpinan, praktik demokrasi, hingga pentingnya integritas. Antusiasme mahasiswa menandai keseriusan generasi muda untuk memahami peran penting kepemimpinan dalam membangun bangsa.

Dengan pembekalan itu, Luthfi berharap mahasiswa tidak hanya berfokus pada dunia akademik, tetapi juga mengasah jiwa kritis dan kepemimpinan agar mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Sejumlah Gunung Masih Siaga, Abu Anak Krakatau Terdeteksi hingga Jakarta
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
KPK Kawal Pembenahan Tata Kelola ASDP Pascapenindakan
Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Dapat Pengobatan Gratis
20 Sekolah di Kabupaten Bekasi Selesai Jalani Verifikasi Adiwiyata 2026
Kemenkes dan OJK Perkuat Pembiayaan Kesehatan melalui Kolaborasi Asuransi dan Rumah Sakit
komentar
beritaTerbaru