Semarang (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggagas gerakan “Ibu Jogo Anak”. Program ini digulirkan untuk menangkal penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang menyasar anak-anak dan remaja melalui media sosial.
Program tersebut menitikberatkan pada penguatan peran keluarga, terutama ibu, dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Media sosial dinilai menjadi pintu masuk paling rawan bagi kelompok radikal untuk menanamkan ideologinya.
Gagasan itu tercetus saat Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menerima audiensi perwakilan Densus 88 Antiteror dan pegiat Kreasi Prasasti Perdamaian di kediamannya, kawasan BSB Kota Semarang, Senin.
“Dalam medsos ini, ada gerakan yang memposting isu-isu tentang radikalisme dan terorisme, sifatnya sudah mendoktrin. Ketika itu diklik, lewat algoritma keluar konten yang sama terus menerus,” ungkap Nawal.
Istri Wakil Gubernur Jateng tersebut menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyusun modul parenting sebagai panduan bagi ibu-ibu dalam mendampingi anak agar terhindar dari paparan paham radikal dan aksi teror.
Selain ancaman radikalisme, Nawal juga menyoroti kerentanan remaja terhadap provokasi kelompok anarko yang kerap memicu aksi demonstrasi anarkis. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengedukasi anak agar tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan.
“Jangan sampai informasi yang membanjiri media sosial langsung dimakan mentah-mentah, lalu diyakini begitu saja. Jika keyakinannya salah, ekspresi tindakannya juga bisa salah,” tegasnya.
Upaya pencegahan ini, lanjut Nawal, diperkuat dengan program pemberdayaan pemuda yang digulirkan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng, seperti pelatihan keterampilan dan kegiatan produktif yang diarahkan pada hal-hal bermanfaat.
“Proses menjadi berdaya ini bukan hanya edukasi, tapi juga bagaimana mereka bisa mengekspresikan pemikiran dan tenaga untuk sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Kepala Unit Idensos Satgaswil Jateng Densus 88 Antiteror, Kompol Ghofar, menyambut baik langkah TP PKK Jateng. Menurutnya, sinergi dengan PKK penting mengingat kelompok radikal kini gencar memanfaatkan media digital untuk merekrut generasi muda.
“Densus 88 siap membersamai Ibu Ketua PKK di Jawa Tengah untuk menyosialisasikan bahaya paham radikalisme dan terorisme di media sosial yang saat ini ramai dilihat anak-anak,” katanya.
Sementara itu, pegiat Kreasi Prasasti Perdamaian, Margi Ernawati, menyatakan dukungan dengan menyiapkan rubrik khusus di platform RuangNgobrol.id untuk PKK Jateng.
“Ke depan akan ada rubrik khusus tentang edukasi pencegahan radikalisme, parenting digital, hingga keamanan digital. Tujuannya mengonter narasi radikalisme di ruang digital,” beber Margi.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme, sekaligus mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang positif dan produktif. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar