Selasa, 07 April 2026

Ditjen Risbang Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Inovasi Lewat Pelatihan Penulisan Paten 2025

Minggu, 07 September 2025 12:23 WIB
Ditjen Risbang Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Inovasi Lewat Pelatihan Penulisan Paten 2025
Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan peserta saat pembukaan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) 2025 di UMS, Selasa (2/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Surakarta (buseronline.com) - Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menggelar Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung pada 2–4 September 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan diikuti 50 dosen serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademisi dalam menyusun dokumen deskripsi permohonan paten sesuai standar hukum yang berlaku. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi Ditjen Risbang untuk mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat luas.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang, Yos Sunitiyoso, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah nyata untuk mendorong pemanfaatan hasil riset.

“Kegiatan ini bisa mempercepat hilirisasi riset, dan kami berharap para peserta dapat segera mengajukan permohonan paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,” ujarnya.

Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Ditjen Risbang menjadikan UMS sebagai mitra penyelenggara kegiatan.

“Kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi kami siap mendampingi dan membimbing para peserta sampai benar-benar mampu mendaftarkan produk kekayaan intelektualnya. UMS berkomitmen mendukung percepatan hilirisasi hasil riset melalui peningkatan kualitas penulisan paten dan pemanfaatannya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Selama tiga hari, peserta dibekali materi mengenai teknik penulisan dokumen paten, penelusuran kebaruan invensi, hingga praktik penyusunan deskripsi permohonan paten. Narasumber yang dihadirkan berasal dari kalangan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang kekayaan intelektual.

Salah satu peserta, Tri Hannato Saputra dari Politeknik ATMI Solo, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dosen politeknik, karena kami terbiasa melakukan riset dengan output berupa produk. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan nilai tambah karena kini dapat mendaftarkan paten untuk produk yang telah kami hasilkan,” jelasnya.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Ditjen Risbang menargetkan peningkatan kualitas penulisan paten di perguruan tinggi, memperkuat hilirisasi hasil riset, serta membangun ekosistem inovasi nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru