Senin, 20 Juli 2026

Wamen Stella: Strategi Pengelolaan Data Kunci Sukses di Era AI

Selasa, 26 Agustus 2025 10:14 WIB
Wamen Stella: Strategi Pengelolaan Data Kunci Sukses di Era AI
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memberikan pemaparan mengenai strategi pengelolaan data dan pemanfaatan AI dalam acara DNA Masterclass 2025 yang digelar Sinar Mas Land melalui Digital Hub di Jakart
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya strategi pengelolaan data dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pemanfaatan AI harus berfokus pada penguatan kemampuan manusia agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Stella saat menjadi pembicara pada DNA Masterclass 2025 yang diselenggarakan Sinar Mas Land melalui Digital Hub dengan tema “Dibangun untuk beradaptasi: Digerakkan oleh manusia, didukung oleh AI”, Kamis.

“Tantangan-tantangan yang kita hadapi berat sekali, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dan ini adalah tantangan untuk seluruh dunia, bukan hanya Indonesia,” ujar Wamen Stella.

Dalam paparannya, Wamen Stella menyebutkan empat risiko besar dari perkembangan AI, yaitu meningkatnya pengangguran, melemahnya keamanan siber, menurunnya keandalan informasi, serta meluasnya ketimpangan sosial.

Namun, AI juga membawa peluang positif. Teknologi ini dapat menciptakan jenis pekerjaan baru, meningkatkan keamanan, membantu pemeriksaan fakta (fact checking), hingga menjadi penyetara akses global di berbagai bidang.

Indonesia, kata Wamen Stella, kini menjadi pusat serangan siber di kawasan ASEAN. Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk memperkuat sistem pertahanan digital melalui pendekatan human in the loop, yaitu melibatkan manusia secara aktif dalam proses sistem AI.

Ia juga menyoroti maraknya hoaks sebagai salah satu dampak negatif AI yang perlu diwaspadai. Sementara itu, disrupsi ketenagakerjaan akibat otomatisasi harus diantisipasi dengan program pelatihan, terutama bagi pekerja usia produktif yang paling rentan tergantikan oleh teknologi.

“Generasi muda relatif lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru. Maka, mereka perlu difokuskan pada penguatan keterampilan berbasis manusia seperti kreativitas, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen menyediakan berbagai pelatihan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum, guna memperkuat literasi digital dan keterampilan yang relevan dengan era AI.

Selain itu, Wamen Stella menekankan bahwa kesadaran tentang pentingnya data harus diperkuat, mulai dari cara penyimpanan hingga pemanfaatan yang akurat dalam sistem berbasis AI. Menurutnya, kedaulatan data nasional merupakan aspek krusial dalam memperkokoh ketahanan dan perekonomian Indonesia.

“Yang mahal itu bukan algoritmanya. Yang paling berharga dalam AI adalah data. Indonesia punya begitu banyak data, dan kita punya kemampuan untuk menjadi world player dalam bidang AI,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertamina Borong Tiga Penghargaan Internasional di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
KPK Tegaskan Pelaporan Gratifikasi Perkuat Pencegahan Korupsi
Michael Olise Pecahkan Rekor Pele, Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Inggris Kunci Juara Ketiga Piala Dunia 2026 Setelah Taklukkan Prancis 6-4
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Gol Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Manchester United Tumbang 0-1 dari Wrexham pada Laga Uji Coba Perdana
komentar
beritaTerbaru